Bonus Atlet Kota Pasuruan Peraih Medali Porprov IX Jatim Dibagikan, Wali Kota Minta Maaf, Cabor Kecewa

Amal Taufik
Thursday, 26 Feb 2026 06:39 WIB

REWARD: Pembagian reward di Gedung Gradika, Kota Pasuruan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kota Pasuruan resmi membagikan bonus kepada atlet dan pelatih peraih medali pada ajang Porprov IX Jawa Timur 2025. Penyerahan reward digelar di Gedung Gradika Bhakti Praja, Rabu (25/2/2026). Namun, di balik seremoni tersebut, muncul kekecewaan dari sejumlah cabang olahraga lantaran besaran bonus tahun ini menurun dibanding Porprov sebelumnya.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para atlet dan pelatih. Ia mengakui, nominal bonus yang diberikan belum sesuai harapan karena keterbatasan anggaran daerah.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Pasuruan, saya mohon maaf apabila reward yang diberikan tahun ini belum seperti yang diharapkan. Kondisi fiskal kita memang sedang berat,” ujar Adi.
Ia menjelaskan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dan dana bagi hasil dari pemerintah pusat membuat APBD Kota Pasuruan berkurang hingga Rp 139 miliar. Dampaknya dirasakan di berbagai sektor, termasuk olahraga. Sejumlah program bahkan harus ditunda karena keterbatasan ruang anggaran.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disparpora Kota Pasuruan, Murtadho, menyebut total bonus yang digelontorkan untuk atlet dan pelatih Porprov IX Jatim 2025 sebesar Rp 301.250.000. Kontingen Kota Pasuruan sendiri mengikuti 36 cabang olahraga dengan 217 atlet dan 42 pelatih.
Dari ajang yang digelar di Malang Raya dan Kota Batu tersebut, Kota Pasuruan meraih 36 medali, terdiri dari 6 emas, 7 perak, dan 23 perunggu. Untuk atlet perorangan, peraih emas menerima Rp 10 juta, perak Rp 7,5 juta, dan perunggu Rp 5 juta.

Sementara atlet beregu mendapat Rp15 juta untuk emas, Rp 10 juta perak, dan Rp 7,5 juta perunggu. Adapun pelatih menerima Rp 2 juta untuk emas, Rp 1,75 juta untuk perak, dan Rp 1,5 juta untuk perunggu.
Besaran tersebut jauh berbeda dibanding Porprov VIII Jatim 2023, di mana atlet peraih emas memperoleh Rp 30 juta, perak Rp 20 juta, dan perunggu Rp 10 juta. Penurunan nominal ini memicu kekecewaan dari sejumlah cabang olahraga.
Sekretaris IBC MMA Kota Pasuruan, Frenky Sutejo, menyatakan bonus yang diterima sangat jauh dari ekspektasi atlet. Padahal pada Porprov IX Jatim, cabor IBC MMA menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak dengan raihan 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
“Prosesnya tidak mudah. Latihan intensif hampir satu tahun lebih. Bonus ini tentu sangat dinantikan atlet. Jujur kami kecewa, karena nilainya jauh dari Porprov sebelumnya,” kata Frenky.
Ia menilai perhatian pemerintah terhadap insan olahraga perlu ditingkatkan, mengingat para atlet telah berjuang membawa nama daerah di level provinsi. “Empat kali Porprov kami selalu jadi penyumbang medali terbanyak. Kami berharap ada perhatian yang lebih serius,” imbuhnya.
Meski diwarnai kekecewaan, Adi Wibowo menegaskan komitmen Pemkot Pasuruan untuk tetap mendukung pembinaan olahraga. Ia berharap ke depan kondisi fiskal daerah membaik sehingga apresiasi terhadap atlet dan pelatih dapat ditingkatkan. “Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kita ingin prestasi terus naik, dan tentu harapannya dukungan anggaran juga bisa lebih baik di masa mendatang,” katanya. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)