Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-24 19:48:36

BRI Kanca Probolinggo Berkomitmen Tumbuhkan Perekonomian Melalui UMKM

BERI MOTIVASI: BRI Kanca Probolinggo menggelar gathering bersama UMKM yang usahanya dibantu permodalannya oleh BRI. Kegiatan tersebut digelar di lantai 3 kantor BRI Kanca Probolinggo, Kamis (24/3/2022), dan dihadiri langsung Kepala BRI Kanca Probolinggo Farida Budi Wijayanti yang didampingi Manajer Bisnis Mikro (MBM) Randhika Rakhmat.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (Kanca) Probolinggo, terus berkomitmen memberdayakan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Terutama dalam kondisi pandemi covid-19, di mana sektor ekonomi yang digerakkan pengusaha kecil mengalami keterpurukan.

Hal itu disampaikan dalam gathering dengan tema “Balik Untung Usaha Melambung” bersama nasabah yang bergerak di sektor UMKM. Kegiatan yang dihadiri langsung Kepala BRI Cabang Probolinggo Farida Budi Wijayanti itu, digelar di lantai 3 kantor BRI Kanca Probolinggo di Jalan Suroyo, Kamis (24/3/2022).

Baca Juga : Suasana Baru, Bazar Ramadan Berpindah di Sepanjang Jalan Suroyo Kota Probolinggo

Dalam sambutannya, Farida –sapaan akrabnya- yang didampingi Manajer Bisnis Mikro (MBM) Randhika Rakhmat itu mengatakan, selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini diharapkan semakin mempererat jalinan kerjasama dengan para nasabah. Farida juga memberikan motivasi dan dukungan BRI dalam proses recovery UMKM dan penguatan sektor usaha yang sempat terpuruk karena pandemi.

Baca Juga : Pendamping Produk Halal Mulai Dibentuk di Banyuwangi

ANTUSIAS: Puluhan pelaku usaha dari sektor UMKM menghadiri gathering yang digagas BRI Kanca Probolinggo. Tidak hanya sosialisasi mengenai program BRI dengan sasaran UMKM seperti permodalan dan asuransi, peserta juga mendapat kisah inspiratif dari nasabah yang usahanya sukses berkat BRI.

“Kami terus berkomitmen memberikan dukungan pembiayaan permodalan dan pendampingan untuk UMKM, dengan berbagai produk yang menjangkau segmen ultra mikro maupun mikro,” terangnya. Di antaranya melalui program Kupedes.

Dalam kesempatan itu Farida juga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional yang sempat minus pada triwulan III tahun 2020, sekarang sudah mulai positif. Sementara di Probolinggo, mulai mengalami pertumbuhan di semester I tahun 2022. Karenanya, berbagai usaha seperti properti, kuliner, dan wisata sudah mulai menggeliat.

“Selama ini support pemerintah juga luar biasa. Perekonomian terus tumbuh dan semakin bagus. Karena itu, kami mengimbau pelaku usaha untuk tidak lagi terbebani covid-19. Mari manfaatkan peluang yang ada dengan program yang kami berikan. Kami akan medukung permodalannya,” kata Farida disambut tepuk tangan nasabah.

Ditemui disela sela-sela kegiatan gathering, Farida mengatakan bahwa pengendalian kasus covid-19 yang dilakukan pemerintah memberikan dampak positif pada sektor ekonomi. Karena tak bisa dipungkiri, pandemi menjadi penyebab banyak pelaku usaha yang gulung tikar.

“Harapan kami dengan dukungan ini, UMKM khususnya di Probolinggo kembali menggeliat. Terlebih misalnya di sektor wisata, pariwisata sudah mulai dibuka. Ini adalah peluang yang harus ditangkap oleh pelaku usaha,” katanya.

Dari sisi pelayanan, pandemi memberikan efek positif dengan dioptimalkannya penggunaan teknologi. Untuk mendapatkan pelayanan di BRI, kini tak perlu lagi bertatap muka. Inovasi ini yang terus dikembangkan. Termasuk program terbaru yakni pembentukan Holding Ultra Mikro antara BRI, PNM, dan Pegadaian.

Pada waktu yang sama, BRI juga memberikan penawaran produk asuransi. Yaitu, Asuransi Mikro Kecelakaan Kesehatan Meninggal Dunia (AMKKM). Preminya terjangkau, mulai dari Rp 50 ribu per tahun bagi individu dan Rp 100 ribu pasangan suami istri.  AM KKM memberikan manfaat perlindungan jiwa, memberikan manfaat perlindungan kesehatan, dan memberikan manfaat perlindungan kecelakaan.

“Manfaat lain yang dapat diperoleh pemilik polis AM-KKM di antaranya santunan harian rawat inap rumah sakit, penggantian biaya operasi, santunan meninggal dunia akibat kecelakaan, hingga santunan meninggal dunia akibat sakit dan santunan cacat tetap karena kecelakaan,” jelasnya.

Bahkan khusus hari ini dan khusus nasabah BRI melalui program asuransi AM KKM, premi digratiskan selama setahun. BRI sendiri yang menanggung preminya pada BRI life.

Sementara itu, Randhika Rakhmat mengatakan, Kupedes merupakan program layanan permodalan yang bisa diakses UMKM selain Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kupedes menurut pria yang akrab disapa Dhika ini merupakan nasabah yang naik level dari yang sebelumnya mangakses KUR. Harapannya, setelah mengakses KUR, nasabah kemudian juga memanfaatkan program Kupedes. (*/mel/sp)

TESTIMONI: Hasan dan Sali, nasabah BRI Kanca Probolinggo saat membagikan kisahnya dalam merintis bisnis dari nol hingga berhasil yang dibantu permodalannya oleh BRI. Mulai dari bisnisnya kecil hingga ekspor, dari pinjaman jutaan hingga ratusan juta.

Sharing Session, Nasabah: Bisnis Kami Bisa Ekspor karena BRI

GATHERING yang digagas BRI Kanca Probolinggo dengan UMKM di Probolinggo semakin meriah dengan adanya sharing session. Dalam sesi yang dipandu Manajer Bisnis Mikro (MBM) Randhika Rakhmat tersebut, BRI memotivasi nasabah UMKM dengan menampilkan video Kupedes dan succes story UMKM figure inspiration dari pelaku usaha yang bisnisnya terus tumbuh meski pandemi melalui kerjasama dengan BRI.

Sosok inspiratif yang dihadirkan adalah Hasan, warga Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo yang puluhan tahun bermitra dengan BRI. Ialah. Dalam testimoninya, Hasan menyebut jika BRI memberikan kemudahan pelayanan terutama saat pandemi. Di mana BRI memberikan keringanan

“Sudah sejak tahun 1980 orang tua saya bermitra dengan BRI. Kemudian diteruskan saya hingga sampai saat ini. Kendati pandemi, saya terus memutar otak bagaimana agar usaha ini bisa menghasilkan pemasuka,” katanya. Hasan menyebut, semula ia punya bisnis konveksi. Karena pandemi, ia beralih ke bisnis travel dan ekspedisi.

Hasan bercerita bahwa pinjamannya dulu bermula Rp 2 juta hingga sekarang mencapai ratusan juta. Selama ini, BRI lah yang menurut Hasan mendukung bisnisnya melalui permodalan. Hinga usahanya kini  berhasil ekspor keluar negeri seperti Jepang, Jerman dan Korea.

Selain Hasan, testimoni juga disampaikan Sali, warga Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Sali mengatakan, ia berasal dari keluarga yang ekonominya kurang mampu. Sehingga untuk memulai usaha, tentu membutuhkan modal. Nah, BRI hadir sebagai solusi melalui program untuk UMKM.

“Dari tahun 2006 saya sudah bermitra dengan BRI. Beberapa usaha telah saya rintis seperti petani cabai hingga usaha konveksi. Karena itu, kami butuh modal untuk bisa menjalankan usaha. Kemudian saya mencoba meminjam modal ke BRI. Dari yang awalnya pinjaman Rp 3,5 juta sampai ratusan juta,” katanya..

Karena pandemi, Sali kemudian beralih ke sektor usaha pertanian garam. Lagi-lagi BRI hadir sebagai sulusi atas modal yang ia butuhkan. “Saat itu saya butuh modal Rp 70 juta. Alhamdulillah difasilitasi oleh BRI dan dengan waktu 7 bulan saya bisa melunasi pinjaman tersebut,” katanya. (*/mel/sp)