Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-03 17:15:49

BTBK Persembahkan Prestasi dari Festival Musik Jatim

SENI: Sanggar Bina Tari Bayu Kencana (BTBK) yang dipercaya menjadi delegasi Kota Probolinggo di Festival Musik Jawa Timur 2022, berhasil memborong 4 predikat juara sekaligus. Prestasi itu tentu mengharumkan nama Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Soal prestasi bidang seni, jangan pernah meragukan Kota Probolinggo. Ada segepok prestasi regional dan nasional yang telah ditorehkan para seniman dari Kota Probolinggo.

Yang terbaru, sanggar Bina Tari Bayu Kencana (BTBK) yang dipercaya menjadi delegasi Kota Probolinggo di Festival Musik Jawa Timur 2022, berhasil memborong 4 predikat juara sekaligus. Bahkan delegasi Kota Probolinggo berhasil mendapat predikat juara terbaik.

Baca Juga : Sanggar Padepokan 22, Lestarikan Seni Tari Kota Probolinggo

Festival Musik Jawa Timur Tahun 2022 dilangsungkan di Taman Budaya Jawa Timur di Surabaya, mulai (28-29/03/2022). Festival ini diikuti delegasi dari kota dan kabupaten se-Jawa Timur.

Nah, dalam festival ini, BTBK yang mewakili Kota Probolinggo, berhasil meraih predikat juara terbaik dengan beberapa kategori. Tepatnya, Kota Probolinggo berhasil masuk kategori 5 penyaji terbaik, komposer terbaik atas nama Robin Hendra, komposisi musik terbaik, dan penulis naskah terbaik.

Saat ditemui tadatodays.com di Gedung Kesenian Kota Probolinggo pada Rabu petang (30/03/2022), Robin Hendra sebagai penyaji musik, mengaku sangat senang bisa mewakili Kota Probolinggo. Menurutnya, dalam festival tersebut, ia bersama tim musiknya mengusung judul “Njanis”.

Robin menjelaskan, Njanis adalah pawang Jaran Bodhak. Selain memandu jaran, Njanis juga ngejung dan nyanyi. Itu yang menjadi inspirasi Robin, menyajikan musik indah, hingga berhasil masuk kategori terbaik. “Menceritakan tentang pawang kuda, pawanganya jaran bodhak. Disamping memandu jaran, Njanis yang memegang kuda, juga ngejung dan nyanyi. Hal itu yg menarik saya untuk membawanya ke musik,” katanya.

Untuk festival ini, menurutnya, pemantapan latihannya butuh waktu seminggu. Tetapi, sebelumnya, Robin sebagai komposer, sudah lebih dulu mempersiapkan naskah buatannya. Jerih payahnya membuahkan hasil. Robin berhasil membanggakan Kota Probolinggo lewat lagu ciptaannya.

Dari festival ini, dirinya tidak hanya mendapat sertifikat dan piala, tetapi juga menemukan banyak relasi baru. Selain itu, ia juga bisa bertemu kembali dengan teman-teman lama. Lalu yang paling penting adalah bisa mendapat ilmu baru dari komposer lainnya.

Selanjutnya, Robin berharap agar masyarakat Kota Probolinggo bisa lebih terbuka, menerima dan mempelajari kesenian. Terutama agar kesenian lokal Kota Probolinggo tidak luntur.

Selain itu, Robin juga berharap supaya pemerintah kota bisa mengayomi anak-anak kesenian yang berjuang mengharumkan nama baik Kota Probolinggo. “Untuk pemerintah kalo bisa, yang terutama berjuang (di kesenian) tolong diopeni,” ujarnya. (alv/don)