Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-02 14:15:08

Buka Sejak Agustus, PT. Sumber Rejeki Sebut Pembelian Dipengaruhi Kualitas

BELI: Gudang tembakau PT. Sumber Rejeki di Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo ini sudah buka sejak awal Agustus dan mulai membeli tembakau milik petani.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Tutupnya gudang tembakau dituding letani menjadi biang kerok murahnya harga tembakau. Namun, setelah ditelusuri, tidak semua gudang tutup. Gudang tembakau PT. Sumber Rejeki di Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menjadi salah satu yang buka. Bahkan sudah buka hampir satu bulan yang lalu. Tepatnya pada tanggal 8 Agustus 2020.

Heru, kepala gudang setempat mengatakan, sejak dibuka sampai sekarang, aktifitas pembelian tembakau masih berjalan seperti biasanya. Dengan harga tembakau terendah di angka Rp 28.000 per kilogram.

Baca Juga : Hujan, Petani Tembakau di Probolinggo Resah

"Gudang kami itu buka mulai awal Agustus. Tepatnya tanggal 8 Agustus 2020, sampai sekarang masih ada kegiatan pembelian. Harga dari kami itu paling rendah Rp 28.000 paling tinggi Rp 34.000 dan itu sesuai kualitas dari tembakau petani itu nanti," terangnya pada Tadatodays.com, Selasa (1/9/2020).

Baca Juga : Pupuk Langka, Gapero Sarankan Tanam Tembakau Tanpa Pupuk

Menurutnya, kualitas tembakau sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca. Jadi apabila tembakau sampai terkena hujan, maka rasa dari tembakau itu sendiri bisa berubah. Faktor cuaca itu juga mempengaruhi kuota pembelian yang telah ditetapkan pabrik.

Heru menyebut, jika pada pertengahan September turun hujan, padahal sedang panen raya tembakau, pabrik secara otomatis akan mengurangi kuotanya. Bahkan bisa saja tidak melakukan pembelian lagi.

"Cuaca itu sangat berpengaruh, terutama untuk tembakau itu pengaruh terhadap kualitas. Tembakau yang terkena hujan itu pasti pahit. Kalau tiba-tiba nanti pertengahan September hujan, otomatis semua gudang akan mengurangi kuota yang mereka tetapkan," jelasnya.

ia mengakui bahwa di gudangnya ada tim survei, yang memberikan informasi kepada pabrik mengenai daerah mana saja yang melakukan penanaman awal. Juga mana saja yang terakhir melakukan penanaman tembakau. Setelah menambahkan faktor cuaca, barulah gudang dapat mementukan kapan harus buka. Termasuk, kapan melakukan pembelian sebanyak-banyaknya dan kapan pula harus mengurangi angka kuota pembelian.

"Harapankami kepada para petani, ini masa pandemi kita juga prihatin. Saya berharap petani juga bersabar. Gudang-gudang besar pun nanti Insyaallah akan buka. Mungkin mereka masih menunggu waktu yang baik untuk buka pembeliannya," tutup pria berbadan tegap itu. (zr/hvn)