Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-16 21:38:45

Bukit Betitang Ranugedang Tiris Kabupaten Probolinggo, Sajikan Panorama Padang Sabana, Tawarkan Kesejukan Pegunungan

SEJUK: Pemandangan yang dihadirkan Bukit Betitang dipenuhi dengan padang sabana kehijauan yang menyejukkan mata.

Panorama alam yang eksotik menjadi jualan utama di Bukit Betitang atau Bukit Blitang, Ranugedang, Tiris, Kabupaten Probolinggo. Lokasi hijau yang memanjakan mata menjadi primadona baru bagi wisatawan. Booming sejak bulan Juni lalu, kini bukit yang diapit dua kabupaten tersebut terus kedatangan wisatawan untuk berkunjung.

MUHAMMAD MUSLEH, Wartawan tadatodays.com

Baca Juga : Bukit Watu Geligir 99, Kotanyar Probolinggo, Suguhkan Pemandangan Bukit Hijau Sejauh Mata Memandang

BUKIT Betitang bisa dilalui melalui Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo dan Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Kalau berangkat dari Kabupaten Probolinggo bisa melalui pertigaan PT. Sasa Gending ke arah selatan menuju Desa Klenang, Kecamatan Banyuanyar hingga Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris.

Baca Juga : Bukit Watu Geligir 99, Kotanyar Kabupaten Probolinggo, Suguhkan Pemandangan Bukit Hijau Sejauh Mata Memandang

Pengunjung yang ingin ke sana juga bisa melewati jalan Raya Leces, Kabupaten Probolinggo. Di pertigaan Kecamatan Tegalsiwalan, pengunjung bisa belok ke kiri dari arah Desa Banyuanyar. Jarak tempuh untuk menuju Bukit Betitang sekitar 50,1 km atau 2.21 jam jika ditempuh menggunakan motor.

Sampai ke perempatan Desa Klenang-Desa Pesawahan, Tiris pengunjung bisa belok ke arah kanan sampai ke pertigaaan Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris. Jalan menuju desa tersebut cukup mudah karena tidak makadam seperti dulu. Jalan sudah nyaman karena sudah dirabat beton. 

Sampai di perempatan, perbatasan Pesawahan dan Ranugedang, belok kanan menuju Dusun Nungkinik. Perjalanan dari dusun ini bisa ditempuh sekitar 2,5 kilometer. Saat wartawan Tadatodays.com berkunjung ke sana, lalu lalang kendaraan cukup padat. Utamanya di Dusun Nungkinik yang menjadi jalur utama menuju Bukit Blitang bagi warga setempat.

Sajian alam yang eksotik menambah daya tarik sendiri untuk berwisata ke bukit yang menyajikan panorama sabana ini. Setelah melewati kurang lebih 2,5 Km, pengunjung tiba di pos pertama. Di pos ini, pengunjung bisa beristirahar sambil menikmati sajian warung warga lokal. “Saya bersama tiga orang teman saya berkunjung kesini,” ungkap Hadi warga Surabaya.

Hadi tertarik setelah melihat di media sosial tentang keindahan Bukit Betitang. “Ternyata memang bagus, hawanya sejuk dan cocok melepas kepenatan,” tegasnya.

Beristirahat di pos pertama, memang wisatawan banyak disuguhi hawa sejuk yang alami ditambah lagi jajanan gorengan yang menjadi makanan khas warga lokal. “Sekarang memang ramai, apalagi Sabtu-Minggu, banyak yang berkunjung kesini, “ ujar Mursiti, penjual gorengan asal dusun setempat.

Setelah melewati pos pertama, pengunjung bisa melanjutkan ke pos ke dua yang jaraknya kurang lebih empat kilometer. Jalan ke pos ke dua cukup menantang. Wisatawan harus berhati-hati. Jalan tanah ditambah pasir menjadi salah wahana yang tidak mudah dilewati. Termasuk tikungan yang tajam menjadi salah satu yang harus diwaspadai wisatawan.

Tapi, meski melalui jalan yang terjal, wisatawan akan disuguhi panorama alam yang eksotik. Hamparan pegunungan tersaji di sebelah kiri-kanan jalan sepanjang jalan menuju pos ke dua ini. Alam yang indah serta tanaman yang hijau dan kuning alami menjadi pelepas rasa lelah selama perjalanan menuju Bukit Betitang.

Begitu sampai di pos kedua, pengunjung harus memarkir motor di areal parkir yang disiapkan Pokdarwis Ranugedang. Pengunjung tidak diperbolehkan memawa motor untuk menuju puncak sabana.

 “Alasan itu, karena menghindari kerusakan alam akibat motor pengunjung. Selain menggunakan motor bisa merusak jalur yang dibuat warga yang diatasnya ada bambu untuk menahan ambrolnya tanah,” tutur Muhammad Khoiri, pengelola jasa tranportasi kuda.

Dari areal parkir, pengunjung akan menaiki bukit dengan jalan kaki sepanjang kurang lebih 500 meter. “Capek, tapi puas bisa kesini, karena alamnya keren,” ungkap Hari Himawan, pengunjung asal Kota Probolinggo.

Begitu sampai puncak, pengunjung disuguhi padang sabana membentang luas. Berjejer Gunung Lemongan dan Gunung Tarub di sisi selatan bukit. Pengunjung bisa memanfaatkan hal itu untuk berfoto dengan background panorama alam gunung. “Enak buat foto-foto, melengkapi instagram saya,” pungkas Hari.

JAJAL MEDAN: Bupati Tantri saat menjajal spot wisata Bukit Betitang beberapa waktu lalu.

Kembangkan Konsep Wisata Berbasis Pelestarian Lingkungan dan Petualangan

KEINDAHAN panorama alam Bukit Betitang tidak hanya menarik wisatawan untuk berkunjung. Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari bahkan menjajal langsung medan menuju Bukit Betitang yang kini menjadi primadona.

Dalam serasehan khusus dengan warga setempat, Bupati dua periode ini menjanjikan pengembangan Bukit Betitang dan memasukkannya ke kategori khusus. Yakni  konsep ekowisata (ecotourism), dan wisata petualangan (adventure tourism).

“Dua konsep di atas, menjadi sebuah konsep yang paling pas untuk pengembangan Bukit Betitang,” ungkapnya, usai menjajal sensasi wisata bernuansa adventure (petualangan), pada Rabu (15/18/2020).

Bupati Tantri juga tetap mempertahankan kondisi natural Bukit Betitang. Oleh karena itu, ia berharap penambahan ornamen atau polesan jangan sampai berlebihan. “Karena selain tidak sesuai estetika, konsep natural punya pangsa pasar tersendiri bagi wisatawan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Bukit  Betitang lebih cocok untuk olahraga bersepeda, wisata adventure seperti tracking dan hiking. “Olahraga ini saat ini menjadi trend dan gaya hidup sebagian besar warga perkotaan,” tegasnya.

Peluang itu, kata istri Hasan Aminuddin harus bisa dijadikan pemantik utama pengunjung untuk datang ke Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris. “Karena sejak pandemi Covid-19, orang jenuh di rumah,” pungkasnya. (mm/hvn)