Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-10 19:18:32

Bupati Banyuangi Luncurkan Festival Bedah Rumah, Sasar 327 RTLH

LAUNCHING: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meletakkan batu pertama perbaikan 327 RTLH yang akan dilakukan selama November hingga Desember. Perbaikan ini dimaksudkan untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat tidak mampu.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Pemkab Banyuwangi kembali menggelar Festival Bedah Rumah yang diluncurkan Bupati Ipuk Fiestiandani, Rabu (10/11/2011). Festival tersebut digelar di Dusun Labansukadi, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat. Peluncuran ditandai dengan peletakan batu pertama oleh bupati dan menyasar ratusan rumah di seluruh Banyuwangi.

“Festival bedah rumah ini sudah ada sejak 2015. Kali ini kami selenggarakan kembali untuk menggugah kebersamaan di tengah pandemi ini. Selama November-Desember, program ini menyasar 327 RTLH (Rumah Tak Layak Huni, Red) yang akan diperbaiki,” ujar istri mantan Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut.

Baca Juga : Capai 70,36 Per Oktober, Serapan APBD Kabupaten Banyuwangi Tertinggi di Jawa Timur

Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyuwangi ke-250. Pembiayaannya ditanggung secara gotong royong. Mulai dari Baznas, APBDes, CSR, ASN Peduli, hingga gotong royong swadaya masyarakat. Bupati Ipuk menyebut, perlu keterlibatan banyak pihak untuk menyukseskan program tersebut.

Baca Juga : Kali Kedua, Kabupaten Banyuwangi Sabet Penghargaan Swasti Saba Wistara

Ipuk menerangkan, hingga November 2021, tak kurang dari 1.252 unit rumah telah dibedah dengan total anggaran mencapai Rp 25 miliar. Hal ini disalurkan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Dana Alokasi Khusus (DAK), TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), maupun program Bupati Ngantor di desa.

"Dengan Festival Bedah Rumah ini, akan semakin memperluas sasaran yang selama ini telah dilakukan oleh pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama untuk menyukseskan program ini,” terangnya. Untuk biaya perbaikan setiap rumah, tergantung kerusakan. Diperkirakan Rp10 hingga Rp20 juta.

Hanifi, 61, warga Desa Labanasem, salah satu penerima program bedah rumah, merasa senang dengan program tersebut. Sebagai buruh tani yang kerjanya serabutan, ia yang tinggal dengan istrinya tak membayangkan bisa memiliki rumah yang layak huni. "Terima kasih semuanya. Telah membantu memperbaiki rumah kami," ungkapnya.

Bupati Ipuk berpesan kepada Hanifimaupun penerima manfaat lainnya, untuk merawat rumahnya dengan baik agar tidak cepat rusak. Ipuk juga mengungkapkan bahwa program bedah rumah ini bagian dari upaya untuk menekan angka kemiskinan di Banyuwangi. Setelah membenahi hunian, ia fokus melakukan pemberdayaan ekonomi.

Selama ini, Pemkab Banyuwangi sejatinya telah banyak melakukan program-program pemberdayaan ekonomi. Mulai dari Warung Naik Kelas, UMKM Naik Kelas, dan sebagainya. “Kami akan terus menggenjot stimulus pertumbuhan ekonomi di tingkat terbawah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Banyuwangi Kusyadi menjelaskan, pihaknya membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam program tersebut. “Namun, saya tegaskan, untuk bantuan dari warga diupayakan sudah berbentuk bahan baku. Nanti, panitia akan melaporkan penggunaannya secara terbuka,” terangnya. (*/mus/sp)