Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-02 16:07:27

Bupati Ipuk Optimistis Geopark Ijen Masuk Jaringan Geopark Dunia

VIRTUAL: Sekjen Unesco Global Geopark Network Guy Martini saat memberikan penilaian dalam Virtual Advisory Mission yang digelar Kementerian PPN/Bappenas sebagai salah satu syarat penilaian calon UGG.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Pemkab Banyuwangi terus berupaya menyukseskan Geopark Ijen agar masuk dalam Unesco Global Geopark (UGG) alias jaringan geoparak dunia. Sebelumnya, pemkab telah mengusulkan Geporak Ijen ke Unesco. Salah satunya dengan menyiapkan assessment aspiring atau penilaian calon UGG.

Hal itu diungkapkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada tadatodays.com, Selasa (2/11/2021). “Beberapa hari lalu kami baru saja mengikuti VAM (Virtual Advisory Mission, Red) yang digelar dua hari. Para kepala daerah terkait serta Badan Pengelola Geopark Ijen semua melakukan presentasi dan tanya jawab progres Geopark Ijen,” katanya.

Baca Juga : Capai 70,36 Per Oktober, Serapan APBD Kabupaten Banyuwangi Tertinggi di Jawa Timur

VAM sendiri digelar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan disupervisi langsung oleh Sekretaris Jenderal Unesco Global Geopark Network Guy Martini. VAM dilakukan selama dua hari. Yakni, 28 – 29 Oktober 2021. Dalam kesempatan itu, dipaparkan dan ditampilkan secara virtual situs-situs Geopark Ijen.

Baca Juga : Kali Kedua, Kabupaten Banyuwangi Sabet Penghargaan Swasti Saba Wistara

Situs yang ditampilkan meliputi Geosite, Biosite, dan Culturalsite. VAM dilakukan untuk merekam berbagai hal yang masih perlu disempurnakan, sebelum menuju tahap penilaian akhir yang bakal dilaksanakan November 2021. Bupati Ipuk -sapaan akrabnya- pun menyampaikan terima kasihnya atas fasilitasi tersebut.

“Terima kasih Komite Nasional Geopark Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas, seluruh kementerian dan Tim Ahli Geopark Indonesia, serta Pemprov Jatim yang telah membantu dan memfasilitasi upaya pencapaian status Geopark Ijen masuk jaringan geopark dunia. Juga Badan Pengelola Geopark Ijen yang telah bekerja keras mengupayakan ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk menjelaskan pentingnya pengembangan Geopark Ijen bagi daerah. Ipuk mengatakan pentingnya pengembangan Geopark Ijen, seperti yang Guy Martini sampaikan saat berkunjung ke Banyuwangi pada Desember 2018 lalu. Geopark menurutnya, tidak hanya hanya bicara alam semata. Tetapi seluruh aspek hayati dan kebudayaan.

“Dengan berupaya menjadi bagian Geopark dunia, sebenarnya Banyuwangi tengah menyiapkan rumah masa depan yang mampu memberi dampak positif bagi warga. Inilah yang terus menjadi penyemangat dan pendorong untuk terus berupaya menjadi jaringan geopark dunia,” jelasnya.

Khusus di Banyuwangi, papar Ipuk, banyak hal yang telah dilakukan untuk pengembangan Geopark Ijen. Seperti mengedukasi pentingnya geopark pada masyarakat, pembangunan infrastruktur pendukung, serta menggelar berbagai event untuk mempromosikan Geopark Ijen.

Selain presentasi, VAM juga diisi tur situs geologi, biologi, dan budaya yang berada di Geopark Ijen. Geopark Ijen sendiri melingkupi kawasan Gunung Ijen, Pantai Pulau Merah, Taman Nasional Alas Purwo. Di Banyuwangi, VAM dilaksanakan di SMPN 3 Banyuwangi sebagai salah satu unsur penilaian untuk memenuhi pilar edukasi geopark pada pelajar dan masyarakat.

“Di SMPN 3 ini telah dilengkapi geopark corner dan taman agro yang terdiri atas tanaman endemik dan tanaman obat-obatan. Para siswa juga didorong untuk menciptakan produk olahan inovatif dari bahan-bahan alam yang ada di Geopark Ijen,” kata Kepala Bappeda Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono.

Sementara itu, Guy Martini sangat mengapresiasi semangat tinggi dari pihak pengelola Geopark Ijen. Dia mengaku melihat progres pengembangan Geopark Ijen yang sangat signifikan. “Saya pernah ke Banyuwangi, dan saya menangkap adanya energi yang besar untuk mengelola Geopark Ijen agar bisa bermanfaat bagi masyarakat. Dibanding saya datang 2018 lalu, perkembangannya kini sangat pesat,” kata Martini.

Salah satu hal di Banyuwangi yang mendapat respons positif darinya adalah eksistensi budaya suku Osing yang ada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Dia melihat adanya internalisasi tradisi dan budaya di warganya sangat terasa, yang bisa dilihat dari penggunaan bahasa Osing sebagai bahasa percakapan sehari-hari.

“Termasuk berbagai tradisi masyarakat setempat jangan sampai punah. Ini sangat penting untuk menunjang keberadaan Geopark Ijen. Saya punya feeling posistif bahwa Geopark Ijen sangat potensial,” kata Martini. (*/mus/sp)