Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-05-02 17:00:55

Bupati Probolinggo Tinjau Pilkades Serentak 2021, Diapresiasi Dirjen Bina Pemdes

PEMERINTAHAN: Bupati Puput Tantriana Sari saat vidcon dengan Dirjen Pemerintah Desa Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, di Pendapa Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/5). Dalam kesempatan itu, Bupati Tantri menyampaikan bahwa pelaksaan Pilkades Serentak 2021 berjalan lancar dan aman.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Raden Muhammad Djauhari, dan Dandim 0820 Letkol Infantri Imam Wibowo serta kepala opd terkait meninjau langsung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/5/2021).

Salah satu tempat pemungutan suara (TPS) yang dikunjungi oleh Bupati Tantri yaitu TPS 01 Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih.

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Menerapkan Prokes Ketat, Pelaksanaan Pilkades Serentak Lancar

Ditemui saat melakukan peninjauannya ke TPS 01 Desa Banjarsari, Bupati Tanti menyampaikan bahwa proses pemilihan kepala desa berjalan dengan lancar, tertib dan aman, serta kondusif.

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Terapkan Prokes Ketat, Pelaksanaan Pilkades Serentak Lancar

Kendati demikian, orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo itu mengharapkan ketertiban dan keamanan tersebut dijaga hingga pelantikan dan berjalannya pemerintahan desa.

Sementara, di sela-sela peninjauannya ke TPS 01 Desa Banjarsari, Bupati Tantri menyempatkan untuk mengikuti video conference (vidcon) bersama dengan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Bina Pemdes) Kemendagri Dr. Drs Yusharto Huntoyungo. Selain dengan Kabupaten Probolinggo, vidcon juga dilakukan bersama Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sumenep.

Dalam vidcon bersama tersebut, Bupati Tantri menyampaikan bahwa sesuai hasil peninjauannya ke salah satu TPS, pilkades di Kabupaten Probolinggo berjalan aman dan lancar.

Bupati melaporkan bahwa, ada 62 desa di Kabupaten Probolinggo yang menggelar pemungutan suara dalam Pilkades 2021. Dari 62 desa terdapat total 490 TPS. Berdasarkan aturan, dalam satu TPS dibatasi tidak boleh lebih dari 500 pemilih. Selain itum Pilkades 2021 ini diikuti oleh 220 calon kepala desa (cakades), dengan rincian 19 cakades perempuan dan 201 cakades laki laki.

"Syukur alhamdulillah Pak Dirjen, pelaksanaan pilkades di Kabupaten Probolinggo berjalan aman, lancar dan kondusif. Hal ini juga berkat dukungan dari aparat kepolisian dan TNI yang turut mengawal rangkaian kegiatan pilkades dari awal hingga pencoblosan, selalu siaga," kata Bupati Tantri.

Mendengar laporan Bupati Tantri itu, Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Yusharto Huntoyungo mengapresiasi langkah bupati yang turun langsung meninjau pelaksanaan pilkades di Kabupaten Probolinggo.

TINJAU LANGSUNG: Bupati Puput Tantriana Sari meninjau langsung pelaksanaan Pilkades dengan mendatangi Posko Pilkades Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih.

Selanjutnya, istri pimpinan Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin itu, melakukan peninjauan pelaksanaan pilkades di desa lain di Kabupaten Probolinggo secara vidcon bersama dengan pihak kecamatan. Vidcon itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pilkades di beberapa kecamatan berjalan aman dan lancar.

Ditemui tadatodays.com, Bupati Tantri menyampaikan bahwa komitmen pemerintah daerah dan juga disepakati oleh seluruh desa bahwasannya penyelenggaraan Pilkades Serentak 2021 ini aman Covid-19. Di sisi lain, pemerintah berkewajiban untuk memfasilitasi dan mendorong proses demokrasi di desa, serta mendorong proses definitifnya kepala desa.

Dari komitmen tersebut, telah disepakati bahwa pilkades digelar dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Baik panitia pilkades maupun pemilih wajib menerapkan protokol kesehatan. "Telah Kita sepakati bersama,” katanya.

TAAT PROKES: TPS 05 Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih menerapkan protokol kesehatan selama berlangsungnya pemungutan suara. Tak hanya wajib bermasker bagi pemilih dan panitia, meja panitia juga dilengkapi batas penyekat.

Bupati juga mengapresiasi pelaksanaan pilkades yang dijalankan dengan baik, sesuai komitmen yang disepakati. Dimana, selama rangkaian kegiatan kampanye, calon kepala desa tidak menggelar kegiatan kampanye terbuka. "Pilkades digelar sesuai dengan aturan dan mekanisme di kala pandemi,” ujarnya.

Terakhir, bupati mengimbau agar komitmen bersama yang telah disepakati bisa dilaksanakan, hingga nanti pada waktunya ditetapkan sebagai kepala desa definitif. Dengan berjalannya pilkades secara aman, tertib dan aman ini, Bupati Tantri berharap agar semua pihak dapat menerima hasil pemilihan yang akan dikeluarkan panitia. "Ya, semuanya harus legowo,” kata Tantri.

Menurutnya, euforia menyikapi hasil pilkades tidak ada gunanya. Sebab melalui momentum keberkahan bulan ramadan, bisa dimanfaatkan untuk memantabkan dan perkuat doa agar kepala desa terpilih diberikan kekuatan untuk memimpin desanya yang lebih baik, lebih mandiri dan desa sejahtera.

Ia juga berharap agar para kades terpilih dapat melakukan pembangunan menuju desa mandiri. Kades yang menang juga harus merangkul yang kalah, dan yang kalah mendukung yang menang. (mel/don)