Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-31 19:16:03

Bupati Tantri Pastikan Kesiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka

PANTAU: Bupati Tantri berbicara dengan salah satu siswa SDN Kedungdalem 2 Kecamatan Dringu saat meninjau uji coba pembelajaran tatap muka, Selasa (30/3/2021). Bupati memastikan proses uji coba berjalan baik dan akan terus dievalusasi saat dilakukan pembelajaran tatap muka.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, S.E meninjau pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka, Selasa (30/3/2021). Bupati ingin memastikan kesiapan sekolah jelang dilaksanakannya pembelajaran tatap muka.

Dalam kunjungannya itu, bupati meminta sekolah melakukan evaluasi ketika kebijakan sekolah tatap muka dilaksanakan. Ada 3 lembaga pendidikan yang dipantau bupati. Di antaranya SDN Kedungdalem 2 Kecamatan Dringu, MTs Negeri 1 Pajarakan, dan SMPN 1 Pajarakan.

Baca Juga : Bupati Tantri Mengeluarkan SE Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri

Dalam kegiatan tersebut, bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bakhtiar.

Baca Juga : Bupati Tantri Keluarkan SE Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri, Ini Isinya

Peninjauan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka ini diawali di SDN Kedungdalem 2 Kecamatan Dringu. Kemudian dilanjutkan di MTs Negeri 1 Pajarakan dan SMPN 1 Pajarakan.

Dalam kunjungan ke MTs Negeri 1 Pajarakan dan SMPN 1 Pajarakan, rombongan disambut oleh Camat Pajarakan Rachmad Hidayanto, Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Pajarakan Dyah Amiyah Lindayani, Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida Rachmani, serta kepala sekolah dan guru.

Kegiatan ini diawali dengan peninjauan secara langsung proses pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan di masing-masing ruang kelas. Dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri juga berdialog sambil memberikan semangat kepada para peserta didik.

Tidak hanya itu, Bupati Tantri juga berkeliling melihat sarana prasarana yang tersedia di sekolah. Mulai sanitasi, tempat cuci tangan, hingga toilet. Bupati dan rombongan juga memberikan motivasi pada siswa dan guru agar tetap bersemangat meski pembelajaran belum normal seperti sebelum terjadi pandemi.

BERI MOTIVASI: Tak hanya meninjau pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka, Bupati Tantri juga memberikan motivasi pada siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. 

“Alhamdulillah, hari ini saya sudah meninjau pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di 3 lembaga sekolah mulai dari SDN Kedungdalem 2 Kecamatan Dringu, MTs Negeri 1 Pajarakan dan SMPN 1 Pajarakan. Secara keseluruhan semua sudah berjalan dengan baik,” kata bupati.

Bupati perempuan yang akrab disapa Tantri itu mengatakan, guru dan siswa tampak semangat menyambut uji coba pembelajaran tatap muka. Bahkan siswa menurut Tantri juga sudah merindukan suasana sekolah.

Karena itu, bupati meminta setiap proses dilakukan evaluasi baik per hari maupun per minggu. “Dari hasil evaluasi kemarin pada hari pertama uji coba, kita evaluasi hampir semuanya berjalan dengan baik dan patuh pada ketentuan Satgas Penanganan Covid-19,” katanya.

 Termasuk penerapan 30 persen siswa yang masuk, bupati mempersilakan sekolah mengatur kuota tersebut. Sementara yang tidak masuk, tetap melakukan pembelajaran di rumah.

Bupati Tantri mengharapkan uji coba pembelajaran tatap muka ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus adaptasi kebiasaan baru di lembaga pendidikan. Baik kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, murid, dan siapapun yang beraktivitas di sekolah patuh pada protokol kesehatan.

 “Bagaimana menyikapi, cara bersikap, dan bertindak di era pandemi Covid-19. Tentu tidak hanya sekedar protokol kesehatan, tetapi juga pola hidup bersih dan keterbukaan person to person ketika ada kondisi-kondisi tertentu,” jelasnya.

Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka ini dilakukan pada lembaga di bawah naungan Dispendik maupun Kemenag. Di bawah naungan Dispendik dilakukan pada 72 lembaga SD dan 49 lembaga SMP.

Sementara lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag dilakukan pada 3 lembaga MI, 3 lembaga MTs, dan 3 lembaga MA di masing-masing kecamatan. Sehingga totalnya se-Kabupaten Probolinggo ada 216 lembaga. Namun, tidak semua siswa mengikuti uji coba tersebut. Satu rombongan belajar (rombel) hanya 30 persen saja. (*/mm/sp)