Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-16 13:54:19

Candipuro Mulai Hujan Abu, Alat Berat Langsung Ditarik Mundur

DIHENTIKAN: Alat berat yang tengah melakukan normalisasi aliran DAS Rejali, telah ditarik ke lokasi aman untuk menghindari awan panas guguran Gunung Semeru yang terjadi pada Kamis pagi tadi. (foto: Kemen PUPR RI)

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang kembali erupsi besar pada Kamis (16/12/2021), sekitar pukul 09.01 WIB. Semua petugas SAR yang berada di lokasi pencarian langsung meninggalkan lokasi. Begitu juga alat berat yang sedang mengerjakan normalisasi aliran sungai, ditarik mundur.

Hal itu disampaikan oleh Pengawas Utama Bencana Semeru pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Ekik Muldiyanto. Saat dikonfirmasi melalui panggilan seluler, ia mengatakan kalau pengerjaan yang menggunakan alat berat langsung dihentikan saat itu juga.

Ekik menjelaskan, semua operator termasuk alat beratnya sudah ditarik ke lokasi yang lebih aman. Yaitu ke Lapangan Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Pengerjaan akan kembali dilanjutkan setelah situasi aman. "Nunggu info dari BMKG dan Basarnas untuk kegiatan selanjutnya," terangnya pada tadatodays.com, Kamis siang.

Ekik menyampaikan, sebelumnya alat berat seperti eskavator tengah membuka kembali aliran sungai DAS Rejali yang tertimbun abu vulkanik akibat erupsi, Sabtu (4/12) lalu. Selain alat berat milik Kementerian PUPR, normalisasi sungai itu juga menggunakan alat berat milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Yon Zipur 10 Pasuruan.

Untuk saat ini, alur sungai saat ini sudah terbuka dan tinggal pengerjaan penguatan di bagian pinggiran sungai. “Agar tidak tertutup Kembali,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu pasca erupsi hari ini. Karena dikawatirkan lahar dingin yang turun dari Gunung Semeru dapat menutup aliran sungai yang sudah dibuat. "Kita lihat kedatangan lahar sekarang ini," tuturnya.

Sementara dari pantauan Ekik, hujan abu vulkanik Gunung Semeru sudah sampai di Kecamatan Candipuro. Sedangkan awan panas guguran (APG) yang meluncur dari puncak Semeru pada Kamis pagi tadi, mengarah ke Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. (zr/don)