Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-31 13:53:23

Catatan Kasus Covid-19 Kabupaten Probolinggo 2021; Ekonomi Melemah, Perkuat Sinergi

VAKSINASI: Dinas Kesehatan bersama jajaran puskesmas gencar melakukan vaksinasi selama tahun 2021. Upaya serupa juga dilakukan oleh Polres Probolinggo, yang mendapat jatah vaksin dari Mabes Polri. Upaya itupun membuahkan hasil di penghujung tahun 2021, dimana Kabupaten Probolinggo sudah melampaui target vaksinasi yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kabupaten Probolinggo berjibaku melawan pandemi Covid-19. Dua tahun sudah virus tersebut melanda Kabupaten Probolinggo. Nah, selama tahun 2021, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo grafiknya naik turun.

Jika dihitung mulai Januari - Desember 2021, total ada sebanyak 1.538 kasus positif. Setiap bulannya, jumlah kasus virus Covid-19 bervariasi (lihat grafis).

Baca Juga : Jika Terjangkit Omicron, Anak Bisa Terkena Diabetes

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Dewi Vironica mengatakan ada tiga kecamatan penyumbang kasus Covid-19 terbanyak. Di antaranya, Kecamatan Kraksaan, Kecamatan Dringu, dan Kecamatan Paiton.

Baca Juga : Warung Mbak Sup, Sajikan Rujak Uleg Lezat yang Menggugah Selera

Banyaknya kasus kasus Covid-19 di tiga kecamatan itu disebabkan banyaknya pabrik dan perkantoran, yang membuat mobilisasi orang lebih banyak. Bahkan, berulang kali klaster perkantoran sering menyumbang angka kasus Covid-19.

Kemudian untuk kasus positif Covid-19 paling sedikit terjadi di Kecamatan Sumber, Kecamatan Kuripan, dan Kecamatan Lumbang. Itu disebabkan mobilitas yang sedikit dibanding tiga kecamatan di atas. "Mobilisasi banyak, penyebarannya lebih cepat," terangnya pada tadatodays.com, Kamis (30/12/2021).

Banyak upaya yang dilakukan Pemkab Probolinggo untuk menekan kasus positif Covid-19. Di antaranya, tetap konsisten melakukan isolasi terpusat bagi pasien positif Covid-19. Jadi, apabila ada pasien terkonfirmasi tidak diperkenankan untuk isolasi mandiri.

Kemudian sering melakukan operasi yustisi untuk mengingatkan masyarakat agar tetap patuhi protokol Kesehatan (prokes). Kalau ada yang melanggar, sebagian disanksi dengan denda, dan juga sebagian sanksi sosial dengan membersihkan tempat-tempat tertentu. “Seperti kuburan,” ujarnya.

Dan, yang tak kalah penting adalah melakukan vaksinasi kepada masyarakat dengan menggandeng pihak-pihak terkait. TNI dan Polri, misalnya. Tak hanya vaksinasi di tempat tertentu, petugas juga melakukan vaksinasi secara door to door dan memberikan sembako. "Cara itu sangat efektif," ujarnya.

Ikhtiar itupun membuahkan hasil. Konkritnya, capaian vaksinasi melampaui target minimal yang ditetapkan pemerintah pusat. Dimana, vaksinasi secara umum sudah mencapai 74,63 persen. Sementara vaksin khusus lansia seksitar 63,12 persen.

Vironica berharap masyarakat tetap menjaga prokesnya, apalagi saat ini sudah ada varian baru (omicron) yang penyebarannya lebih cepat. Meski kalau dilihat dari gejala pasiennya hanya ringan dan termasuk orang tanpa gejala (OTG).

Jadi masyarakat tidak perlu takut dan tidak boleh meremehkan. Tetap jaga prokes dan lakukan vaksinasi. "Nataru ini benar-benar dijaga," harap dokter kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur itu.

SINERGI: Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica (kiri) mengatakan, bahwa vaksinasi secara door to door dan di tempat tertentu efektif untuk mencapai target vaksinasi. Sementara Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menyebutkan, pihaknya juga menyediakan sembako gratis kepada setiap warga yang divaksin oleh petugas kepolisian.

Sinergi Lintas Instansi Berjalan Baik

PENANGANAN Covid-19 di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. TNI dan kepolisian, bahkan sejumlah organisasi lainnya juga turut andil membantu pemerintah menekan penyebaran virus asal Cina itu.

Di Kabupaten Probolinggo, penanganan Covid-19 juga dilakukan oleh Polres Probolinggo yang gencar melakukan langkah strategis.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan sejauh ini, sinergitas antara pihak kepolisian dengan pemkab setempat dalam menangani kasus positif Covid-19 sangat baik. Hingga akhirnya, Kabupaten Probolinggo tinggal menunggu status PPKM level 1 dari pemerintah pusat.

Menurut Arsya, kegiatan vaksinasi di Kabupaten Kabupaten Probolinggo dinilai paling baik se wilayah Tapal Kuda. Itu disebabkan karena kerjasama yang baik, termasuk dengan Kodim 0820, yang menghasilkan inovasi vaksin keliling, drive true, dan door to door.

Selain vaksinasi, upaya lainnya yakni membantu pemkab dengan gencar melakukan operasi yustisi. Kemudian mengecek tempat-tempat keramaian, dan mengharuskan tempat tersebut mempunyai aplikasi peduli lindungi. "Termasuk memberikan sembako kepada masyarakat," ujar kapolres.

Untuk vaksin sendiri, Polres Probolinggo mendapat distribusi dari Mabes Polri dengan jenis vaksin Sinovac. Dimana jenis vaksin ini menjadi favorit masyarakat, karena saat disuntikan tidak ada efek signifikan. Meski pada dasarnya semua vaksin aman, tinggal kondisi tubuh saja yang perlu ditingkatkan. "Kita sudah 77.240 ribu dosis vaksin yang disuntikan," ujarnya.

Saat ditanya mengenai target dalam upaya penanganan Covid-19. Kapolres menjawab, kalau targetnya secara bersama-sama ingin memasukan Kabupaten Probolinggo pada PPKM level 1. Hanya saja kendala di lapangan saat ini yakni masyarakat yang sudah menganggap remeh Covid-19, karena melandainya kasus selama 3 bulan terakhir.

Dari pengamatan Arsya, saat ini banyak masyarakat yang melanggar prokes. Jika hal itu terus terjadi, kemungkinan pada gelombang ketiga kasus Covid-19 akan banyak lagi. Untuk itu, pihaknya akan kembali melakukan operasi yustisi untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga prokes. "Harapannya, di perayaan (tahun baru) dan setelah tahun baru tidak ada kenaikan," ucap perwira berdarah Aceh itu.

HARAPAN: Yusuf, seorang tukang becak motor di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, merupakan secuil warga yang pendapatannya anjlok akibat pandemi Covid-19. Ia berharap kepada pemerintah, agar memberikan solusi jitu untuk mengatasi lemahnya perekonomian rakyat kecil.

Berhemat untuk Bertahan Hidup  

PANDEMI Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Kabupaten Probolinggo, membuat ekonomi masyarakat menengah ke bawah turun drastis. Termasuk, masyarakat yang mengandalkan pendapatannya di jalanan. Tukang becak, misalnya. Karena adanya larangan keluar rumah, pendapatan tukang becak pun anjlok.

Seperti yang dirasakan Yusuf, tukang becak motor (bentor) asal Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan. Di atas bentornya, ia bercerita kalau pandemi ini membunuh ekonomi masyarakat kecil.

Sebelum pandemi, setiap harinya ia bisa mendapatkan uang antara 50-70 ribu rupiah. Namun selama masa pandemi, ia hanya mampu mendapat uang maksimal 20 ribu rupiah per hari. "Kadang tidak bawa uang sama sekali," tutur tukang bentor yang mangkal di Jl. Juanda, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan itu.

Ia mengaku, kalau bentornya itu sering mendapatkan pelanggan dari siswa SD dan SMP. Namun setelah ada pembelajaran secara online, tidak ada satupun pelanggan dari para siswa tersebut yang naik bentornya. Sehingga ia terpaksa harus pulang dengan membawa uang 10-20 ribu rupiah, bahkan pulang tanpa mendapat uang. Padahal ia harus menghidupi istri dan kedua anaknya.

Untuk bisa bertahan hidup dengan kondisi itu, ia terpaksa berhemat dengan cara menyeimbangkan penghasilan dengan apa yang dimakan setiap harinya.

Jadi, jika sebelum pandemi dapat makan nasi dengan berbagai macam jenis ikan, sekarang harus makan nasi dengan tahu atau tempe. "Kalau ada rejeki lebih, baru bisa makan ikan," ucapnya, sedih.

Ia berharap pemerintah tidak hanya membuat kebijakan, melainkan untuk turut memberikan solusi agar masyarakat seperti dirinya tetap bertahan hidup dan menghidupi keluarganya. (zr/don)