Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-06-20 17:15:30

Cerita Bang Yeye, dari Rusak Band hingga Badut

PAK BADUT: Rudi Suryanto sedang menjalankan perannya sebagai badut penghibur anak-anak.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Nama lengkapnya Rudi Suryanto. Namun ia karib disapa “Bang Yeye". Sehari-harinya, Rudi bekerja sebagai pegawai tidak tetap (PTT) di Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo.

Rudi merupakan salah satu personel Rusak Band, yaitu sebuah kelompok band yang dulu dibesut RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo. Kini, Rudi nyambi menjadi badut, setelah karirnya sebagai personel band tidak secemerlang dulu.

Baca Juga : Cerita Bang Yeye, dari Rusak Band hingga ke Badut

Ceritanya, sejak lulus kuliah di Univeritas Panca Marga Probolinggo, Rudi bekerja di RSUD  dr Moh.  Saleh. Tepatnya di tahun 2011. Nah, setahun setelah bekerja di RSUD, ia diminta untuk menjadi personel Rusak Band. Sepuluh  tahun Rudi ikut Rusak Band sebagai pemain tamborin atau ecek-ecek. "Rusak band dibentuk tahun 2011. Saya jadi personel di tahun 2012," ucapnya.

Namun, Rusak Band sudah dua tahun lebih vakum lantaran pandemic Covid-19. Selanjutnya, Rudi yang berstatus PTT di RSUD, dimutasi ke DLH. Kini, Rudi nyambi sebagai badut untuk mengisi kekosongan waktunya.

Rudi sebagai badut tampil begitu lucu dan mampu menghidupkan suasana gembira, bagi anak-anak. Terlihat dari senyumnya yang terus terukir lebar. Seperti saat tadatodays.com menemuinya di acara perpisahan PAUD IT Permata, Kedungasem, Probolinggo, Sabtu (18/6/2022) pagi. Ia disambut gembira dan senang oleh anak-anak.

Sejak bekerja jadi badut, Rudi memiliki julukan Bang Yeye. Ia pertama kali menjadi badut di tahun 2017. Baginya, menjadi badut bukan hanya mengisi kekosongan waktu, namun ada secuil kebahagian tatkala melihat anak-anak yang dihiburnya tertawa senang. "Selain karena mencari nafkah, lihat anak-anak tertawa itu saya merasa bangga pada diri sendiri, " ujarnya.

Sabtu itu, Bang Yeye mengenakan kostum badut alias clown. Wajahnya ia poles dengan make up. Bibir merah, kelopak mata putih, dan hidung tomat. Tak lupa ia juga mengenakan sepatu boot besar.

Saat pembawa acara memanggilnya ke atas panggung, Bang Yeye pun memulai aksinya dengan pura-pura menabrak pintu. Sontak, gelak tawa senang terdengar dari semua penonton. Tak hanya anak-anak, orang tua dan gurupun juga ikut tertawa.

Bang Yeye tampil dengan membawakan beberapa games, seperti topi ajaib dan air yang bisa berubah warna. Ia juga sesekali mengajak anak-anak naik ke atas panggung. Acarapun berlangsung meriah. Tugas Rudi menjadi penghibur pun berhasil.

Bang Yeye berharap, kreatifitas anak muda maupun usia lanjut, bisa memiliki wadah penampung. Agar para pegiat kreatifitas, bisa bersatu untuk menciptakan Kota Probolinggo yang lebih baik lagi. (alv/why)