Cucu Nyalakan Korek Api Dekat BBM, Sebuah Warung Nasi di Kota Probolinggo Terbakar

Alvi Warda
Alvi Warda

Sabtu, 15 Mar 2025 13:42 WIB

Cucu Nyalakan Korek Api Dekat BBM, Sebuah Warung Nasi di Kota Probolinggo Terbakar

KEBAKARAN: Warung nasi milik Supatmi di Triwung Kidul, Kademangan Kota Probolinggo yang terbakar.

PROBOLINGGO, TADATODAYS. COM - Nasib malang menimpa pasangan suami istri (pasutri) di RT 1 - RW 1 Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Warung nasi mereka terbakar, Sabtu (15/3/2025) siang. Penyebabnya, diduga cucu mereka bermain korek api dekat bahan bakar minyak (BBM) di dalam warung.

Warung nasi tersebut milik Supatmi (54) dan Buradin. Warung yang terletak di sisi barat Jalan Raya Bromo itu ludes terbakar. Tidak ada satupun perabotan yang tersisa. Seluruh isi warung berubah menjadi arang.

Supatmi bercerita, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Suaminya, Buradin, adalah yang pertama kali memergoki cucu mereka bermain api. Namun, menurut Supatmi, api tiba-tiba membesar. "Cucu saya main api dekat sama BBM di dalam warung," ujarnya.

PEMADAMAN: Petugas Damkar saat memadamkan api.

Saat api membesar, Buradin kemudian berpikir langsung mengevakuasi gas elpiji. Bahkan, tangannya terkena luka bakar. "Tangan suami saya terluka bakar, pokoknya apa yang bisa diselamatkan, dikeluarkan dulu tadi itu, " ucapnya.

Namun, sayang. Api semakin membesar sebelum Buradin dan warga berhasil mengevakuasi isi warung. Uang senilai Rp. 1,2 juta, televisi, handphone dan benda berharga lainnya tidak tertolong. "Kalau kerugian, belasan juta ada paling mbak, saya masih syok banget," kata Supatmi.

Selain warung Supatmi yang terbakar, bengkel radiator bernama "Global" ikut terbakar. Namun, api tidak sampai melahap habis isi bengkel.

Selanjutnya, Petugas Tindak Internal (PTI) Regu 4 Damkar Kota Probolinggo Sukirno mengatakan, tidak ada kesulitan saat memadamkan api. "Ada dua kavling yang terbakar. Satunya bengkel radiator, " katanya.

Soal penyebab, Sukirno menjelaskan ada dugaan anak kecil yang bermain api tanpa pengawasan orang dewasa. Sehingga api menjalar pada benda yang mudah terbakar. "Ini merupakan human error, anak kecil bermain api tanpa pantauan orang tua," ucapnya.

Damkar Kota Probolinggo mengerahkan dua unit mobil dengan masing-masing berisi 3.000 liter dan 5.000 liter air. Mereka juga dibantu oleh Damkar Kabupaten Probolinggo dengan kapasitas air 10.000 liter. (alv/why)


Share to