Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-06-03 21:07:40

Dalang Muda Jember Pamerkan Wayang di J-Art Fest

WAYANG: Pameran wayang dalam rangkaian Jember Art Festival di gedung Jember Kreatif Laboratorium.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Jember Art Festival (J-Art Fest) dalam rangkaian peresmian Gedung Jember Kreatif Laboratorium (J-KLAB) di Jalan PB Sudirman, Jember, berlanjut.  Salah satu event yang digelar dalam J-Art Fest adalah pameran benda warisan budaya.

Pada Jumat (3/6/2022), benda warisan budaya yang dipamerkan merupakan milik komunitas Padha Tajem Paguyupan Dalang Taruno Jember. Mereka memamerkan beberapa koleksi wayang kulitnya. 

Baca Juga : J-Art Fest Tampilkan Komika Muda Jember

Komunitas tersebut berisi dalang-dalang muda, berusia di bawah 40 tahun. Setidaknya komunitas ini memiliki 17 anggota dalang muda. Salah satunya adalah Wahyu Eko Septiawan, 35. Dalang muda asal Desa Patrang, Kecamatan Patrang ini menyatakan dirinya bersama rekan-rekannya membawa kurang lebih 13 wayang bermacam-macam jenis.

Baca Juga : J-Art Fest 2022 di J-Klab, Sepekan Penuh Sajikan Pertunjukan Seni

Pemuda yang biasa dipanggil Wahyu Donz ini mengaku ingin tetap melestarikan budaya Indonesia dengan tetap mengikuti perkembangan zaman. "Kita sebagai dalang muda juga harus mengikuti zaman dengan tetap mempertahankan budaya. Selain menampilkan pertunjukan wayang yang erat dengan seni tradisi, kita juga harus memberikan pesan-pesan dengan kondisi yang terjadi hari ini melalui pertunjukan,” katanya saat ditemui di lokasi Jember Art Festival, Jumat. 

Atas digelarnya pameran ini, Wahyu Donz menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Jember. Terutama karena Pemkab Jember saat ini telah mewadahi para pegiat kesenian dan kebudayaan dengan adanya gedung J-KLAB.

"Saya mengapresiasi dengan adanya gedung baru ini, yang akhirnya menjadi tempat teman-teman pekerja seni untuk berkreasi dan beproses, terlebih para pegiat seni tradisi," ungkap Wahyu Donz yang juga penabuh drum sebuah grup band metal.

Sedangkan Muhammad Imam Jauhari, salah satu pengrajin wayang asal Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, mengaku sangat terbantu dengan adanya event pameran ini. Menurutnya, event ini dapat mengenalkan warisan budaya yang ada kepada masyarakat Jember pada umumnya.

Imam Jauhari mengungkapkan bahwa wayang dalam proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup panjang. Selain itu, bahan yang digunakan juga mempengaruhi harga wayang. "Proses pembuatannya kurang lebih satu bulan. Untuk harga bisa dilihat dari bahan pembuatannya dan ukuran wayang itu sendiri. Dan untuk bahan, kulit kerbau lebih mahal daripada kulit sapi," katanya. (bp/why)