Usman Afandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-08 17:08:00

Dampak Abu Vulkanik Gunung Raung, BPBD Imbau Warga Tetap di Rumah

VISUAL: Berdasar gambar yang diambil dari Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, asap bercampur abu vulkanik Gunung Raung terpantau ke arah timur.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Masyarakat di Wilayah Kabupaten Banyuwangi,  mulai tergangu dengan peningkatan aktivitas Gunung Raung yang mengeluarkan abu vulkanik. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah untuk mencegah dampak gangguan pernapasan dan pedih pada mata.

Ada 6 kecamatan di Banyuwangi yang terdampak abu vulkanik. Di antaranya, Kecamatan Kalipuro, Giri, Licin, Glagah, Songgon dan Kecamatan Banyuwangi.

Baca Juga : Terdampak Abu Vulkanik Gunung Raung, Bandara Banyuwangi Ditutup

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Eka Muharram saat dikonfirmasi tadatodays.com via telpon mengatakan, pihaknya mengimbau masyarakat Banyuwangi untuk tetap waspada dan berhenti-hati karena dampak dari aktivitas abu vulkanik Gunung Raung dapat menimbulkan Infeksi saluran pernapasan atau Ispa. "Jika keluar rumah harus menggunakan masker," ujar Eka.

Baca Juga : Abu Vulkanik Gunung Raung sampai ke Bali

Dijelaskannya, abu vulkanik Gunung Raung mulai menyebar sejak hari Jumat lalu, sehingga beberapa kecamatan di wilayah Banyuwangi terkena imbas dari erupsi Gunung Raung.

Eka menyarankan bagi pengguna sepeda motor yang berada di wilayah terdampak untuk memakai helm berkaca, atau memakai kacamata. "Pastikan melindungi dari bahaya abu vulkanik Gunung Raung," ujarnya

Sementara itu, warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Ratna, 27 tahun, mengaku saat aktivitas keluar rumah dengan menaiki kendaraan sepeda motor jika tidak mengunakan kacamata membuat mata terasa sangat pedih. "Terasa pedih sekali," ujar Ratna, Minggu kemarin.

Diketahui, visual Gunung Raung dari pantauan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Raung dan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak pukul 00:00 WIB sampai pukul 06:00 WIB pada Minggu (07/2/2021) kemarin, asap yang keluar dari puncak kawah Gunung Raung berwarna abu-abu dan bertekanan lemah hingga sedang dengan ketinggian antara 500-1000 meter di atas puncak kawah.

Untuk aktivitas kegempaan tremor terjadi secara menerus atau Microtremor, dengan amplitudo 3-20 mm atau dominan 6 mm. Untuk itu, PVMBG merekomendasikan masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari puncak Gunung Raung. (usm/don)