Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-14 18:22:40

Dampak Kasus PMK, Harga Daging Sapi di Banyuwangi Naik

NAIK HARGA: Pedagang daging di pasar tradisional di Banyuwangi menyebut kenaikan harga daging sapi rata-rata Rp 5 -10 ribu.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Merebaknya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Jawa Timur berdampak pada perdagangan daging sapi.  Di sejumlah pasar tradisional Banyuwangi, harga daging sapi ada kenaikan rata-rata Rp 5 – 10 ribu per kilogramnya.

Daging sapi super yang sebelumnya dijual  Rp 130 ribu, naik menjadi Rp 135 ribu per kilogram. Sedangkan daging sapi biasa yang sebelumnya seharga Rp 110 ribu, naik jadi Rp 120 ribu per kilogram. 

Baca Juga : Antisipasi Virus PMK, Dinas KKP Jember Menyiapkan 3 Langkah Antisipasi

Abdillah, salah seorang  pedagang daging sapi di Pasar Induk Banyuwangi mengatakan, kenaikan harga terjadi sejak tiga hari lalu.  Menurutnya, kenaikan ini terjadi karena merebaknya kasus PMK di sejumlah daerah. Sehingga, pasokan daging sapi potong dari luar tidak boleh masuk ke Banyuwangi.

Baca Juga : Antisipasi Virus PMK, Dinas KKP Jember Siapkan 3 Langkah Antisipasi

Pasokan daging sapi di pasaran Banyuwangi saat ini menurut Abdillah kebanyakan  didapat dari Bali. Karena itu, harganya jadi naik.  "Dengan adanya PMK ini untuk suplainya juga berkurang.  Yang sebelumnya mendapat 100 kilogram, menjadi 50 kilogram saja," katanya. 

Apabila hal ini tidak segera diatasi, kata Abdillah,  dikhawatirkan harga akan terus naik.  "Kalau tidak diatasi, harga daging akan terus naik hingga Rp 160 ribu, mengingat sebentar lagi Idul Adha," ujarnya. 

Sementara, meski terjadi kenaikan harga, menurut Abdillah, pembeli tidak mempermasalahkan.  "Para pelanggan masih tetap membeli, meskipun harga daging sapi naik Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogramnya," tandasnya. (rl/why)