Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-15 20:43:27

Dampingi Masyarakat Maksimalkan Potensi Lebah Melalui Program Dosen Berkarya

PENDAMPINGAN: Prof. Dr. Ir. Lilik Eka Radiati, M.S., I.P.U bersama warga Desa Leces dan Pondok Wuluh beberapa waktu lalu.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Universitas Brawijaya (UB) Malang terus menggalakkan program Dosen Berkarya (Dokar). Program hasil kerjasama UB dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia maju dan berdaulat serta mandiri pangan.

“Sesuai dengan daerah asal dosen, seperti saya dari Kecamatan Leces, ya kembangkan disini,” ujar Prof. Dr. Ir. Lilik Eka Radiati, MS, IPU pada  tadatodays.com . Program Kemendikbud sesuai visi yang telah ditetapkan 2020-2024 ini, para dosen akan menularkan keilmuannya di desa masing-masing.

Baca Juga : Puskesmas Klenang Kidul Menggelar Senam dan Screening Penyakit Tidak Menular

Lilik -sapaan akrabnya- mengatakan, ia memilih mengembangkan madu di Desa Pondok Wuluh dan Desa Leces karena memang memiliki potensi. “Ini bisa dimaksimalkan potensinya,” ujar perempuan yang mengampu mata kuliah Minat Tehnologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan UB.

Baca Juga : Puskesmas Klenang Kidul Gelar Senam dan Screening Penyakit Tidak Menular

Selain itu, pertimbangan memilih Leces dan Pondok Wuluh, juga disebabkan banyaknya warga yang memutusan hubungan kerja PT Kertas Leces. Ditambah lagi pandemi Covid-19, sehingga perekonomian warga terganggu. Karena itu, Lilik mengatakan, optimalisasi integrasi tanaman terpadu perlu ditingkatkan.

di dekatnya, mulai Juni hingga 24 November 2021, persiapan sudah melakukan pendampingan bagi masyarakat sekitar. Kegiatannya mulai sosialisasi, pelatihan tentang perlebahan, hingga pengolahan hasil lebah. “Termasuk edukasi. Model pembinaannya andragogik dan pendampingan secara terus menerus,” ungkapnya.

Pengembangan produk madu menurut Lilik, punya nilai manfaat untuk masyarakat luas. Selain itu, usaha tersebut bisa dijamin keberlangsungannya. Desain produk madu berkualitas yang diberikan sejak awal, akan meningkatkan kualitas dan nilai tambah. “Usaha ini bukan persaingan usaha, tapi pengembangan usaha koloni. Mengingat kebutuhan madu sebagai pangan fungsional semakin besar di masa pandemi,” jelasnya.

Kedepan, Lilik juga akan mengajak masyarakat yang selamat ini sukses beternak lebah untuk turut berkontribusi. Misalnya warga Sukapura dan Lumbang. Perempuan yang juga konsultan produksi Perusahaan PT. Niemas Setia Brother, Kuala Lumpur itu, akan mengajak berkolaborasi memberikan kiat-kiat beternak lebah ke warga Leces.

Desa Leces dan Pondok Wuluh sendiri bakal menjadi Desa Binaan Fakultas Peternakan UB. Dengan pendampingan UB, harapannya tentunya Desa Leces dan Pondok Wuluh bisa menjadi Industri Desa Mandiri. UB sendiri menggandeng Kembang Joyo Sriwijaya sebagai mitra untuk pengembangan produk madu. (*/mus/sp)