Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-27 14:54:38

Dapat Info Tawuran, Polisi Kraksaan Amankan Dua Pemuda

GAGAL: Polisi berhasil menggagalkan rencana tawuran yang akan dilakukan oleh sekelompok pemuda, dan mengamankan 2 orang pemuda ke Mapolsek Kraksaan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Petugas kepolisian yang berjaga di pos pengamanan (Pospam) di depan Alun-alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo berhasil menggagalkan tawuran antar kelompok pemuda, Sabtu (26/12/2020) malam kemarin. Dari penindakan itu, polisi mengamankan dua orang pemuda.

Pada Sabtu malam itu, sejumlah pemuda ditemukan sedang bergerombol, lengkap dengan sepeda motor berknalpot brong dan spek yang tidak standar. Sementara identitas kedua pemuda yang diamankan yakni Abdul Hamid, 20, Warga Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, dan Ahmad Taufiq, 17, warga Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga : Satuan Sabhara Polres Probolinggo Amankan Puluhan Miras dari Seorang Pemuda

Ipda M Fitroh, Panit II Reskrim Polsek Kraksaan, mengatakan bahwa kedua pemuda  tersebut diamankan di belakang Gedung Islamic Center Kraksaan, sekira pukul 23.00 WIB. Saat itu, pihaknya mendapatkan informasi kalau akan terjadi tawuran di tempat itu.

"Ketika kami dekati ada dua sepeda motor modifikasi tidak sesuai standar. Kemudian mereka dan kendaraannya kami amankan," sampainya pada Minggu (27/12/2020).

Keduanya langsung diamankan ke Pospam Alun-alun Kraksaan untuk dimintai keterangan. Namun sayang, salah satu dari kedua pemuda itu sudah dalam pengaruh minuman keras. Bahkan saat ditanya identitasnya, pemuda itu menjawab ngelantur dan tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan petugas.

"Saat ditanya mereka mengaku kalau akan tawuran. Kemudian salah satu dari mereka ada yang mulutnya bau miras" ucapnya saat dikonfirmasi via pesan singkat whatsapp.

Oleh karenanya, kedua pemuda tersebut langsung digelandang ke Mapolsek Kraksaan. Di mapolsek, mereka diminta untuk menghubungi keluarga dan perangkat desa masing-masing untuk menjemputnya. Mereka juga diminta untuk melengkapi surat-surat kendaraannya, serta mengembalikan spek motornya sesuai standar.

"Sebelum diijinkan pulang, kami lakukan pemanggilan keluarga dan pemerintah desa agar mereka punya efek jera" tandasnya. (zr/don)