Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-25 21:04:55

Dapat Jatah Vaksin Covid-19, Wali Kota Probolingo Prioritaskan Tenaga Kesehatan

PRIORITAS: Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin menyampaikan jika Kota Probolinggo akan memprioritaskan pemberian vaksi covid-19 kepada tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan perawatan pasien.

PROBOLINGGOO, TADATODAYS.COM - Para tenaga kesehatan wilayah Kota Probolinggo, diprioritaskan mendapat vaksin Covid-19 yang pemberiannya diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Anggaran yang kita fokuskan, itu untuk kesehatan. Kita siapkan untuk bagaimana caranya warga Kota Probolinggo sehat. Terasuk vaksinasi semoga berjalan lancar,” terang Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin.

Adapun prioritas keduua penerima vaksin covid-19 adalah tenaga keamanan, dan selanjutnya warga yang tidak mampu membeli vaksin. “Yang tidak mampu, kita utamakan. Yang miskin yang ekonominya tidak menentu sehari-hari, menjadi prioritas pertama setelah nakes dan keamanan secara gratis,” ungkapnya.

Baca Juga : Tidak Semua Nakes Disuntik Vaksin Tahap Pertama

Pengajuan vaksin covid 19 tahap pertama oleh pemkot setempat sebanyak 6.000 vaksin. Pengajuan  itu tergantung dari kuota yang disediakan pemerintah pusat. “Kita cepat-cepatan mendapatkan kuota. Kuotanya berapa, lalu disebar oleh pusat. Pusat akan memprioritaskan wilayah yang zona-zona merah yang harus ditekan. Semua daerah pasti dapat. Karena kita akan melakukan pencegahan penyebaran covid-19. Kalau tidak semua divaksin, akhirnya sia-sia apa yang dilakukan Pemkot Probolinggo,” jelasnya.

Baca Juga : Satgas Covid-19 Pajarakan, Gending, Dringu Gencar Melakukan Tes Masal Antigen

Jumlah penduduk Kota Probolinggo saat ini diperkirakan mencapai 230 ribu jiwa. “Yang tidak mampu menjadi tanggung jawab pemerintah. Harga vaksin info yang saya terima pertama kali, satu kali vaksin seharga Rp 300 ribu. Sedangkan untuk masyarakat harus dua kali vaksin. Setelah divaksin pertama selang 14 hari kemudian divaksin lagi yang kedua. Sebelum divaksin harus diswab dulu yang penanganannya melalui dinas kesehatan, kalau tidak swab pasti akan sia-sia,” ujarnya.

Sementara antisipasi ke depan pemkot setempat yaitu melakukan vaksinasi massal semua warga. kalau tidak mau divaksin, mereka tidak dapat diobati. “Masalah Covid-19, ini betul-betul nyata, dan tidak pandang bulu,” tegasnya. (hla/hvn)