Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-30 17:57:42

Dari 230 Timbangan milik Pedagang, Hanya 80 yang Terdaftar

PEDAGANG: Ratusan timbangan milik pedagang di Pasar Ketapang, Kota Probolingo, ditera ulang untuk memastikan keakuratannya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo, menggelar tera dan tera ulang pada alat timbang milik 230 pedagang di Pasar Ketapang, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Selasa (30/3/2021). Meksi jumlahnya menecapai 230, namun yang terdaftar di DKUPP hanya 80 timbangan.

Proses tera dan tera ulang yang difasilitasi DKUPP secara gratis itu, bekerjasama dengan pihak ketiga yakni CV Teknisi Timbangan dari Malang. Sementara untuk biaya perbaikan sendiri, pedagang dibebankan biaya Rp 30000. Namun apakah perbaikan itu dilakukan atau tidak, hal itu menjadi kewenangan pedagang.

Sementara, saat timbangan pedagang saat ditera diketahui dinyatakan tidak layak, maka pedagang harus memperbaiki atau membeli timbangan yang baru berupa timbangan konvensional atau elektrik. Berdasarkan pantauan tadatodays.com, petugas tampak mengukur dan memperbaiki timbangan milik pedagang menggunakan alat khusus.

Dari tera dan tera ulang itu, ditemukan sejumlah timbangan yang tidak layak pakai. Seperti timbangan yang telah berkarat dan harus direparasi.

Kepala Bidang Perdagangan pada DKUPP Kota Probolinggo, Noor Aly, mengatakan bahwa tera dan tera ulang merupakan kegiatan pertama di tahun 2021. Kegiatan yang sudah lama vakum sejak tahun 2016 lalu ini, akan dilakukan secara bertahap di 11 pasar yang ada di Kota Probolinggo.

Menurutnya, di Pasar Ketapang ini ada 230 pedagang yang menempati bedak. Namun dari jumlah itu, hanya 80 timbangan terdaftar. Sesuai program Kementerian Perdagangan RI dan Direktorat Metrologi, Noor Aly berharap agar Kota Probolinggo menjadi daerah yang tertib ukur timbangan. "Petugas timbangan kita sudah 2 orang,” katanya.

Di sisi lain, Noor Aly menyebutkan bahwa untuk retibusi kegiatan tera ulang masih belum diwacanakan. Sebab, retribusi tera ulang masih dilakukan pembahasan di legislatif di tahun 2021 ini.

Sementara itu, Kasi Kemetrologian Donny Setiadi Putra, menuturkan bahwa tujuan dilakukannya tera dan tera ulang ini untuk perlindungan konsumen.

Utomo, 40, pedagang daging di Pasar Ketapang asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, menyambut baik program tera dan tera ulang DKUPP Kota Probolingo. Ia menyadari, bila timbangan tidak layak akan menjadi akan risiko terhadapnya. "Supaya seimbang," katanya. (ang/don)