Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-05 20:52:09

Data BPBD Per Minggu Sore, 183 Warga Jadi Korban, 13 Fasum Rusak, 2970 Rumah Terdampak

TERTIMBUN PARAH: Entah berapa meter kubik material abu vulkanik yang mengguyur Dusun Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Rumah, kendaraan, fasilitas umum semuanya tertimbun abu Gunung Semeru.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM – BPBD Kabupaten Lumajang mulai mendata jumlah kerusakan bangunan akibat erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12) sore kemarin. Berdasarkan rilis BPBD Lumajang pada Minggu (5/12) pukul 17.00 Wib, terdapat 13 fasilitas umum yang rusak seperti jembatan, sarana pendidikan dan masjid. Sementara untuk rumah warga yang terdampak sejumlah 2970 unit.

Selain bangunan rusak, BPBD juga merilis data sementara warga yang menjadi korban yakni 183 orang. Dengan rincian, 14 orang meninggal dunia, 69 orang luka berat, dan kurang lebih 100 orang luka ringan hingga sedang.

Baca Juga : Tidak Ada Korban, Awan Panas Guguran Semeru Terhenti di Gumukmas

Data tersebut berdasarkan assessment di 2 kecamatan terdampak di Kabupaten Lumajang. Yakni Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro.

Baca Juga : Komunitas Cat Rescue Selamatkan Kucing di Kawasan Erupsi Gunung Semeru

IDENTIFIKASI: Petugas BPBD Lumajang masih terus mengidentifikasi dampak dari erupsi Gunung Semeru. 

Kepala Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Mahmudi mengatakan bahwa guguran awan panas paling besar terjadi di Dusun Renteng atau yang dikenal Kampung Renteng, serta Dusun Kamar Kajang. Kampung tersebut sudah dikunjungi langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu siang tadi sekira pukul 12.00 Wib.

Kepada petugas evakuasi, Khofifah menyarankan untuk terus melakukan pencarian, perawatan dan pelayanan kepada masyarakat yang sakit ataupun sehat.

Mahmudi menyampaikan, relawan dan Basarnas masih melakukan identifikasi dan mengevakuasi orang dan barang yang bisa diselamatkan. Dalam evakuasi itu, relawan dan Basarnas menemukan dua orang meninggal tertimbun abu vulkanik. "Di Gladak Perak ditemukan dua, satu orang meninggal dunia dan satu orang masih hidup di dalam rumahnya," katanya.

Ditanyakan soal kerusakan yang terjadi di desanya, Mahmudi menyebutkan ada 16 rumah yang rusak di Dusun Renteng. Satu rumah warga juga memelihara 42 kambing. "Seluruhnya habis. Sedangkan persawahan ada sekitar 50 hektar (yang tertimbun abu vulkanik)," ujarnya.

Sementara untuk kerusakan rumah di Dusun Kamar Kajang sebanyak 14 unit. Serta terdapat 1 perusahaan tambang yang juga rusak.

Mahmudi mengakui bahwa masih ada warganya yang belum menuju tempat evakuasi karena rumahnya masih utuh. (ang/don)