Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-01 16:14:51

Datangi Mapolres Jember, Belasan Ibu Rumah Tangga Mengaku Jadi Korban Arisan Online

ARISAN ONLINE: Belasan ibu rumah tangga di Jember mendatangi Mapolres Jember, untuk melaporkan koordinator arisan online yang diduga melarikan diri. Namun mereka tak bisa membuat surat laporan, lantaran belum melengkapi bukti.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Mengaku menjadi korban penipuan arisan online (arsol), belasan ibu rumah tangga (IRT) mendatangi Pos Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember, Kamis (1/7/2021). Mereka mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Para korban itu, melaporkan ketua pelaksana arsol Wilda Lu'luul Mukaromah, warga Perumahan Antirogo 2 Dusun Klonceng, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Wilda diduga membawa kabur uang arisan.

Baca Juga : Polres Jember Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pasar Balung Kulon

Kordinator pelaporan, Dian menerangkan, arisan yang diikutinya memiliki banyak anggota  dari IRT yang berasal dari berbagai daerah dan telah berjalan 3 tahun. Selain Jember, peserta juga berasal dari Banyuwangi, Blitar, bahkan Jawa Tengah. "Arisannya ini puluhan yang ikut," katanya.

Baca Juga : Polres Jember Hentikan Pengendara di Persimpangan, Ini yang Dilakukan

Dian melanjutkan, semula arsol berjalan normal dengan iuran setiap bulan 2 juta rupiah per nomor. Karena ada kepercayaan yang tinggi terhadap Wilda, satu orang anggota arsol ada yang ikut 4 nomor sekaligus.

Namun pada pertengahan bulan Juni, Wilda tak ada kabar dan tak membayar uang arisan yang telah jatuh tempo. Tak ayal, anggota arisan pun kebingungan.

Anggota mulai menaruh kecurigaan pada Wilda dengan menyelewengkan uang arsol yang ditaksir sebesar ratusan juta rupiah. "Apalagi mengetahui rumah Wilda tiba-tiba kosong," ujarnya.

Terpisah, salah seorang anggota SPKT Polres Jember yang enggan disebutkan namanya, menerangkan bahwa laporan dugaan penyelewengan uang arsol masih belum bisa ditindaklanjuti lantaran terdapat dokumen dan informasi yang belum lengkap. "Kita minta untuk melengkapi terlebih dahulu, besok baru kesini lagi," katanya.

Pihaknya meminta para IRT yang mengaku sebagai korban untuk melengkapi sejumlah barang bukti, seperti bukti tranfer, screnshot percakapan grup, dan nama kelompok arsol. (as/don)