Usman Afandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-03 22:43:38

Deklarasi, Puluhan Dukun se Banyuwangi Bentuk Perdunu

BUKAN HANYA SANTET: Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Banyuwangi telah dibentuk. Dengan adanya organisasi tersebut, Perdunu menegaskan bahwa kegiatan perdukunan bukan hanya soal santet.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Puluhan dukun se Kabupaten Banyuwangi, menggelar deklarasi diri dengan membentuk organisasi Persatuan Dukun Nusantara atau Perdunu. Deklarasi tersebut bertujuan untuk menghapus stigma negatif tentang dukun. Deklarasi digelar di Villa Bejong yang terletak di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Rabu, (03/2/2021) sore.

Meski terkait perdukukan, namun deklrasi itu juga dihadiri  beberapa kiyai dari pondok pesantren (Ponpes). Seperti  Ponpes Minhajutthulab di Kecamatan Glenmore, Ponpes Sabilurrusad di Kecamatan Muncar, Ponpes Al Huda, Padepokan Alas Purwo, dan beberapa pesantren di wilayah Banyuwangi lainnya.

Baca Juga : Perdunu Banyuwangi Batal Gelar Festival Santet

Ketua Perdunu Banyuwangi, Abdul Fatah Hasan menjelaskan, Perdunu ingin mengubah pola pikir masyarakat yang mengangap dukun sebagai profesi negatif.

Baca Juga : Disbudpar Banyuwangi Panggil Perdunu

Menurutnya, Perdunu punya sepesifikasi khusus bagi anggota yang tergabung di dalamnya. "Harapannya masyarakat tidak tertipu lagi dengan dukun palsu," ujar pria yang karib disapa Gus Fatah itu.

Ia tak menampik bahwa, Kabupaten Banyuwangi sejak dulu memang sudah dikenal luas oleh masyarakat dengan julukan kota santet. Padahal, menurutnya, pengertian dukun itu tidak hanya tentang santet, melainkan semua hal baik mengenai metafisika maupun non-metafisika. "Tidak hanya santet saja," ungkapnya.

Terkait dengan hal-hal metafisika, pihaknya menegaskan hal itu memang terbukti benar adanya. Maka dari itu, kehadiran Perdunu diharapkan mampu menjelaskan tentang aktivitas perdukunan.

Sementara di zaman yang modern seperti saat ini, Gus Fatah yakin masyarakat masih banyak yang membutuhkan dukun. Seperti, dukun pengobatan kesehatan alternatif, dukun penyembuhan guna-guna, penglaris, dan juga beberapa hal yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya. "Seperti saat orang punya hajatan banyak datang ke dukun, juga orang sakit karena guna-guna," tambahnya.

Diungkapkapnya, Perdunu sengaja memilih lokasi deklarasi di Villa Bejong, karena wilayah tersebut bagian dari wilayah Rowo Bayu dan juga terdapat Gunung Raung.

Di Banyuwangi sendiri, katanya, terdapat banyak tempat-tempat mistis. Selain Rowo Bayu, di Kecamatan Tegaldlimo juga terdapat hutan Alas Purwo, dan di Kecamatan Glenmore ada Antaboga. Meskipun dikenal mistis, namun tempat-tempat tersebut masih sering didatangi orang, termasuk wisatawan.

Ke depan, organisasi Perdunu ini tidak hanya di Banyuwangi saja, tapi juga akan didirikan di daerah lain se Indonesia. Dengan harapan, stigma negatif tentang dukun dapat berubah. (usm/don)