Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-09-23 22:52:54

Delapan Jam Lebih KPK Geledah Dinas PUPR, Pegawai Terpaksa Pulang Malam

KETAT: Setiap pegawai yang meninggalkan kantor Dinas PUPR didata oleh petugas kepolisian yang berjaga di pintu gerbang, selama penggeledahan oleh KPK masih berlangsung (kanan). Sementara mobil KPK yang terpakir di halaman kantor tersebut baru keluar sekira pukul 18.37, setelah penggeledahan selama 8 jam lebih itu selesai (kiri)

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia telah rampung melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Kamis (23/9/2021). Penggeledahan itu memakan waktu sampai 8 jam lebih, mulai sekitar pukul 10.28 hingga pukul 18.37 WIB.

Dari pantauan tadatodays.com, selama 8 jam lebih itu KPK menggeledah beberapa ruangan. Seperti ruangan Bidang Bina Marga yang lokasinya di area barat, tepatnya di timur musala. Sebelum digeledah, pintu ruangan yang menghadap ke selatan itu disegel oleh KPK/

Baca Juga : Geledah Rumah Seorang Kontraktor, KPK Gunakan Mesin Penghitung Uang

Namun beberapa jam kemudian segel tersebut dibuka. Kemudian petugas KPK masuk ke ruangan tersebut. Hingga kembali keluar, ruangan tersebut tidak disegel lagi.

Baca Juga : Langganan Dapat Proyek dan Jadi Timses Hasan Aminuddin, Rumah Pemborong Ini Digeledah KPK

Sementara di luar gedung kantor, anggota Polres Probolinggo Kota bersenjata lengkap berjaga di pintu gerbang. Semua orang yang sebelumnya berada di dalam kantor tidak diperkenankan keluar, kecuali untuk keperluan mendesak.

Tapi saat jam menunjukkan pukul 15.30, beberapa pegawai diperbolehkan keluar melewati pintu gerbang yang dijaga polisi. Sambil mengatur pintu keluar, polisi juga mendata setiap orang yang hendak keluarga gerbang.

Namun dari pantauan tadatodays.com, tidak semua pegawai yang keluar pada sore hari. Masih banyak pegawai yang berada di dalam ruang perkantoran hingga malam hari. Bahkan hingga rombongan KPK meninggalkan kantor DPUPR pukul 18.37, sejumlah pegawai terpantau masih berada di dalam ruang kerja.

Hingga berita ini ditulis pukul 22.00, belum diketahui apa saja yang dibawa oleh tim KPK dari kantor Dinas PUPR. Sebab jarak antara area wartawan yang meliput dengan mobil KPK yang diparkir cukup jauh.

Wartawan tadatodays.com bersama wartawan media lain telah mencoba untuk memasuki halaman kantor, guna meminta keterangan dari pihak DPUPR. Sayangnya, salah seorang pegawai meminta wartawan untuk tidak masuk.

Sementara itu, nomor telepon Kepala Dinas PUPR setempat, Hengky Cahyo Saputra, saat dihubungi sudah tidak aktif.

Diketahui, keberadaan KPK di Probolinggo sejak 30 Agustus 2021 lalu, terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan Pj kades di Kabupaten Probolinggo. Dalam kasus itu, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin. Keduanya disangka menerima suap jual beli jabatan Pj kades.

Selain menahan Tantri dan Hasan, KPK juga menahan dua orang mantan camat, 1 dan 18 ASN calon Pj kades.

Dengan demikian, belum diketahui apakah penggeledahan di kantor Dinas PUPR ini masih terkait kasus suap jual beli jabatan, atau justru ada kasus lain. (zr/don)