Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-07-11 15:35:34

Derita Suyana, Bertahan di Rumah yang Hancur Dihajar Puting Beliung

KORBAN: Suyana dan rumahnya yang diterjang angina puting beliung pada 25 Januari 2022 lalu, masih tetap ditempat sampai kini.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Suyana, warga Dusun Mrico, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, menjadi korban bencana angin puting beliung pada 25 Januari 2022 lalu. Namun, hingga Juli 2022 ini, rumah Suyana belum tersentuh bantuan perbaikan. 

Tadatodays.com mengunjungi kediaman Suyana pada Jumat (8/7/2022) lalu. Rumah Suyana sudah tak beratap. Bahkan tembok bagian depan dan samping kiri juga tidak nampak. Angin puting beliung itu membuat rumah Suyana, yang terakhir direnovasi sekitar 20 tahun lalu itu seperti rumah tanpa penghuni.

Suyana bercerita, saat angin puting beliung menerjang, ia sedang membantu tetangga depan rumahnya. Ia mengira suara seperti benda besar yang roboh itu, berasal dari truk yang biasa lewat depan rumahnya. Namun, para tetangganya berteriak bahwa rumah Suyanalah yang roboh.

Mendengar jeritan tetangganya, iapun keluar dan berlari menuju rumahnya. Syukur saja tidak sampai ada korban jiwa. Sebab, anaknya yang laki-laki yang saat itu berada di dalam rumah, berhasil keluar rumah. “Saya langsung cari anak saya, untungnya dia berhasil keluar,” ucapnya.

Suyana berlinang air mata saat bercerita kejadian nahas yang menimpanya itu. Perempuan yang kini berusia 51 tahun ini sudah tidak lagi bekerja. Ia hanya mengambil pekerjaan dengan menjadi pembantu rumah tangga. Itupun jika tetangganya ada yang memerlukannya. Suyana yang memiliki dua anak, sudah bercerai dengan suaminya.

Bersama anak-anaknya, ia tinggal di rumah yang tak beratap dan bertembok itu. Beruntung ia memiliki dapur yang terbuat dari anyaman bambu. Di dapur itulah mereka tidur. “Jadinya buat kamar dadakan di dapur,” ujarnya.

Setelah terjadinya bencana itu, Suyana  sempat mendapat uang sebesar Rp 2 juta dari Plt Bupati Timbul Prihanjoko, ditambah 4 buah terpal plastik sebagai penutup atap sementara. Namun, sebab cuaca yang berubah-ubah, terpal itu tidak bertahan lama. Kini hanya sisa satu terpal lagi sebagai penutup atap sementara rumah Suyana.

Suyana mengaku tidak mampu memperbaiki rumahnya. Anak lelakinya baru masuk kerja, dan gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan biaya sekolah anak perempuan Suyana didapat dari mantan suaminya.

Suyana berharap, janji yang pemerintah lontarkan padanya, supaya segera ditepati. Pemerintah berjanji akan memberikan bantuan pembangunan pada Suyana. Namun hingga saat ini, janji bantuan pembangunan rumah itu belum terwujud.

Sementara itu, Senin (11/7/2022), tadatodays.com meminta konfirmasi pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan  (Dinas Perkim) Kabupaten Probolinggo. Bambang Priyanto selaku Kepala Bidang Pertanahan mengatakan,  bantuan untuk rumah Suyana sudah dalam tahap pelelangan.

Artinya, kata Bambang, bantuan  yang diajukan Kecamatan Tongas, sudah disetujui oleh PLT Bupati Probolinggo.  Selanjutnya, pembangunan akan dilaksanakan dalam kurun waktu satu tahun ini. “Laporan sudah masuk, inshaallah bantuan meluncur tahun ini,” jelasnya. (alv/why)