Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-23 15:19:32

Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular, Rutin Senam Bersama Warga

PEMERIKSAAN: Tidak hanya menggelar senam, Puskesmas Pajarakan juga menggelar pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini kondisi warga. Jika ditemukan risiko penyakit, maka puskesmas sudah menyiapkan solusinya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Puskesmas Pajarakan menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan melakukan senam hingga deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM). Kegiatan Bersama warga itu dilakukan agar masyarakat tetap peduli pada kesehatannya.

Kegiatan tersebut terus dilakukan meski pademi covid-19. Tentu saja dengan pembatasan-pembatasan. “Senam bersama rutin dilakukan setiap Jumat. Karena pandemic, kita sesuasikan dengan situasi. Setelah senam, kami lakukan screening PTM. Kami tetap berupaya, agar kesehatan warga tetap terjaga,” kata Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida Racmani.

Baca Juga : Germas Puskesmas Besuk Fokus pada Kesehatan Lanjut Usia

Baca Juga : Germas Puskesmas Besuk Fokus Kesehatan Lanjut Usia

SIAGA: Petugas medis Puskesmas Pajarakan siaga untuk melakukan pemeriksaa dini penyakit tidak menular kepada warga usai melakukan senam sehat.

Maulida mengatakan, puskesmas menjadwal siapa yang akan diundang dalam kegiatan senam. “Karena pandemi, tidak bisa mengundang semua satu kecamatan, bergantian. Mulai dari instansi, pihak desa, kader posyandu, hingga kawan-kawan di puskesmas. Jika sebelumnya, kami juga Bersama warga,” jelasnya.

Warga maupun Forkopimka menyambut baik kegiatan tersebut. Seringkali mereka hadir untuk memberi dukungan. Terlebih, tak hanya senam yang dilakukan pada kegiatan tersebut. Usai senam, pihak puskesmas kemudian melakukan pemeriksaan deteksi dini PTM. Mereka akan dicek kolesterol, gula darah, tinggi badan, befrat badan, dan sebagainya.

SENAM SEHAT: Puskesmas Pajarakan menggelar senam sehat terbatas demi tetap menjaga kesehatan. Sebelum pandemic, senam sehat semacam ini bisa dihadiri banyak masyarakat.

“Ketika nanti ditemukan faktor risiko, langsung kita arahkan ke poliklinik supaya mendapat terapi. Kalau misalkan hanya obesitas atau lainya, langsung kita beri konseling konsultasi gizi. Kalau misalkan seperti hipertensi dan kencing manis, kita arahkan daftar ke Poli, langsung mendapatkan terapi. Setelah itu mereka dapat rutin kontrol,” ungkapnya.

Deteksi dini menurut Maulida penting agar masyarakat mengetahui sejak awal kondisi kesehatannya. Sehingga bisa dilakukan upaya pencegahan agar penyakit tersebut tidak berkembang. Ia berharap, kegiatan semacam ini bisa diaplikasikan hingga ke tingkat desa. Dengan begitu, harapan masyarakat menerapkan perilaku sehat bisa terwujud.

“Respon kader senang sekali. Mereka mungkin yang awalnya tidak tahu bahwa ada kolesterol, ada kencing manis, ternyata ketahuan dari sini, lalu bisa diterapi. Atau bisa melakukan konseling, jadi bisa mawas diri,” ujarnya. (*/hla/sp)