Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-05 16:13:48

Di Kota Probolinggo, 2233 Nakes Siap Divaksin

MENUNGGU: Komisi III DPRD Kota Probolinggo menggelar RDP dengan Dinkes dan RSUD Mohamad Saleh, membahas kesiapan vaksinasi.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Komisi III DPRD Kota Probolinggo menggelar rapat dengar pendapat (RDP), Selasa (5/1/2021). Rapat tersebut membahas persiapan vaksinasi Covid-19 di Kota Probolinggo. Ini karena vaksin produksi Sinovac telah tiba di Pemprov Jawa Timur, Senin (4/01/2020) kemarin.

RDP itu dipimpin oleh Ketua Komisi III, Agus Riyanto. Sementara dari eksekutif, hadir Plt Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh, dr Abraar Kuddah, dan Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (Dinkes P2KB) Kota Probolinggo, dr Nurul Hasanah Hidayati.

Baca Juga : Bupati dan Wabup Jember Telah Disuntik Vaksin Sinovac, Tidak Alami Gejala

Abraar Kuddah menjelaskan, bahwa ada 4 vaksin yang masuk ke Indonesia. Di antaranya, Vaksin Produksi Sinovac, Astra Zeneca, Novavax dan BioNTech-Pfizer. Diketahui, dalam tahapan pertama vaksin diberikan kepada masyarakat usia 18-59 tahun.

Baca Juga : Ribuan Vaksin Sinovac di Banyuwangi Mulai Didistribusikan

Abraar menjelaskan, berdasarkan hasil uji klinis, efek samping vaksin tersebut tidak berbahaya bagi masyarakat. Sementara,  efek samping seperti pegal otot merupakan reaksi yang wajar.

Sementara di Kota Probolinggo, Abraar melanjutkan, vaksin Sinovac akan diberikan pertama kali kepada tenaga kesehatan. Abraar memastikan bahwa tidak perlu khawatir dengan vaksin Sinovac. “Saya kira tidak ada negara yang akan melumpuhkan nakes," katanya.

Karena itu, Abraar mengajak kepada masyarakat untuk mendukung program vaksinasi dari pemerintah. Tapi ia mengingatkan, bahwa vaksin bukan sebagai obat yang menyembuhkan. "Hal itu untuk mengontrol herd immunity atau imunitas," ungkapnya.

Kendati demikian, Abraar menjelaskan bahwa vaksin yang sudah disuntikkan kepada seseorang akan bertahan hingga 6 bulan, kemudian akan divaksin ulang. Sementara ini, terkait petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya masih disusun oleh Satgas Covid-19.

Kini, program vaksinasi Covid-19 masih berada di fase 3 yakni menunggu hasil penelitian Badan POM, WHO dan UWA. “Sebelum dinyatakan aman, kita belum bisa berani bicara," paparnya.

Sementara itu, Nurul Hasanah Hidayati mengatakan, pemberian vaksin tahap awal yakni terhadap 2233 orang nakes. Sedangkan vaksin kepada masyarakat, berjumlah 144.967 orang dan dilakukan secara bertahap. Sementara untuk persiapan sarana dan prasarana, sudah ada 13 pos vaksin di Kota Probolinggo yang terdiri dari fasilitas kesehatan swasta dan milik pemerintah.

Nantinya, vaksin di 13 pos itu akan disimpan di tempat dengan suhu antara 2 sampai 8 derajat celcius. Jadi sekali dibuka dan dikeluarkan dari tempat pendingin atau coldbox, maka harus langsung disuntikkan kepada sasaran orang. Sebab, vaksin tersebut hanya bertahan 1-2 jam setelah dikeluarkan dari coldbox. "Satu kali dibuka untuk berapa sasaran" ujarnya.

Meski saat ini vaksin Covid-19 belum terdistribusi ke Kota Probolinggo, namun Pemkot sudah memiliki tenaga vaksinator.  “Vaksinator ada 4 orang di masing-masing pos," terangnya.

Sementara itu, Agus Riyanto, ketua Komisi III mengatakan, RDP ini menindaklanjuti adanya pertanyaan masyarakat yang telah mengetahui informasi bahwa pendistribusian vaksin segera dilakukan ke setiap daerah di Jawa Timur.

Sekadar informasi, dalam petunjuk teknis resmi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, dijelaskan bahwa vaksin Corona secara umum tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Apabila terjadi efek samping, biasanya hanya reaksi ringan. Seperti, reaksi lokal seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan, dan reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.

Berikutnya, reaksi sistemik, seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (arthralgia), badan lemas, dan sakit kepala. Dan, reaksi ketiga seperti reaksi alergi, misalnya, urtikaria, reaksi anafilaksis, dan syncope (pingsan). (ang/don)