Dianggap Menjiplak, Pegiat Seni Sayangkan Penggunaan Nama Jathilan

Muhammad Muslih
Sunday, 10 Nov 2019 10:17 WIB

DITUDING MENJIPLAK : Festival Jathilan saat digelar di Jiwa Java Gunung Bromo setiap sebulan sekali.
PROBOLINGGO - Nama Jathilan yang dipakai Festival Jathilan Bromo disayangkan pegiat seni di Kabupaten Probolinggo maupun luar daerah. Alasan pegiat seni nama itu sudah menjadi tarian khas daerah Mataraman. Yakni Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Menurut sejarah, Jathilan sendiri berasal dari dua kata dalam Bahasa Jawa, yaitu Jan yang artinya benar-benar, dan thil-thilan yang berarti banyak gerak. Istilah ini umumnya lebih banyak digunakan oleh masyarakat di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Dalam tari Jathilan, para penari terlihat mempertontonkan banyak aksi yang menyimbolkan kegagahan seorang prajurit di medan perang.
Mereka bergerak bak aksi menumpas musuh dengan pedangnya sambil menunggangi kuda yang berderap kencang.
Namun dalam aksinya, penari jathilan tak menunggangi kuda sungguhan, melainkan menggunakan kuda tiruan yang dibuat dari anyaman bambu atau kulit binatang. Kuda ini kemudian disebut sebagai kuda kepang.

Biro Tari Dewan Kesenian Kabupaten Probolinggo Sugiono sangat menyayangkan penggunaan istilah Jathilan. “Jathilan Bromo bukan hanya jadi perbincangan pegiat seni lokal namun juga daerah Mataraman. Karena namanya yang dipakai,” ujarnya saat ditemui di Krucil, Sabtu (09/11).
Pria yang biasa dipanggil Sugik itu juga ikut risih dengan komentar-komentar pegiat seni daerah Mataraman. “Tentu kami juga malu atas kritikan itu,” tegasnya.
“Kenapa nama jathilan yang dipakai. Masih banyak yang bisa dipakai misalnya festival kepang Bromo atau nama tarian khas Kabupaten Probolinggo,” lanjut pria berumur 56 tahun itu.
Sementara itu, Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menepis penjiplakan nama Jathilan. Saat ini katanya, dirinya tidak sedang mengklaim budaya Jathilan. Tapi lebih kepada event Festival Jathilan. “Maka kewajiban semua anak bangsa Indonesia untuk menjaga dan melestarikan budaya kita semua,” ujarnya saat dikonfrimasi terpisah. (mm/hvn)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)