Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-10 00:51:12

Dibegal 6 Pelaku Bersajam Celurit-Samurai, Santri Ini Selamat, Motornya Raib

CURANMOR: Yogi (kanan) saat melapor ke Polsek Kademangan didampingi ustaznya, Hayi, Rabu (9/6) malam. Beruntung, dalam kejadian begal itu Yogi berhasil melarikan diri meski motor yang dikendarainya dibawa kabur pelaku

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Nasib nahas menimpa Yogi, 15, santri Pondok Pesantren An-Nahdliyah yang kehilangan motor Honda Vario nopol N 2267 SB di Jl. Pakis, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Pasalnya, ia dibegal oleh enam orang pelaku saat hendak membeli rokok, Rabu (9/6/2021) sekira pukul 20.00 WIB. 

Informasi yang dihimpun tadatodays.com, bermula saat disuruh oleh ustaznya bernama Hayi, 40, warga Kelurahan Triwung Kidul, untuk membeli rokok karena ada tamu di pondoknya. Saat perjalan mmembeli rokok, Yogi melewati jalan pertigaan tempat kejadian perkara.

Baca Juga : Hendak Curi Motor Pedagang, Maling asal Probolinggo Dihajar Warga

Setelah mendapatkan rokok, korban kembali ke pondok. Tanpa disangka-sangka ternyata ada 6 orang menggunakan 3 motor tengah menunggu korban di TKP. 

Baca Juga : Gagal Curi Motor Setelah Diteriaki Maling, Pelaku Dihajar Massa

Dalam aksinya, setiap 2 orang pelaku berjejer mengatur jarak dengan korban sambil membawa senjata tajam jenis celurit dan samurai.

Tak lama kemudian, salah satu pelaku melayangkan sajam pertama namun korban berhasil menghindar.

Korban kembali menghindar untuk kali kedua dari sabetan celurit pelaku, namun kali ini ia terjatuh karena panik. 

Lantas, santri tersebut melarikan diri ke arah utara dan melapor ke Polsek Kademangan bersama ustaz dan santri lainnya. Sedangkan motor ditinggal di TKP dan langsung dibawa kabur pelaku.

Ditemui Mapolsek Kademangan, salah satu santri bernama Sholeh, 30, menyampaikan cerita dari Yogi. Dikatakan bahwa 3 motor pelaku tanpa pelat nomor. Salah satunya sepeda motor Honda tipe sport warna putih. 

Lebih lanjut, Sholeh mengatakan, Yogi sempat ditanya oleh pelaku dengan menggunakan bahasa Madura. "Motornya mau dikasih apa mau mati," katanya, menirukan keterangan Yogi saat menyampaikan pertanyaan pelaku.

Tak hanya ikut mendampingi saat melapor ke polsek, Sholeh juga mengikuti polisi saat ke TKP. Ia menyebut, saat itu polisi menemukan tas dan dompet.

Sementara itu, Kapolsek Kademangan Kompol Sumardjo menuturkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada korban didampingi ustzanya.

Sumardjo membenarkan bahwa pihaknya sudah mendatangi TKP.  "Saat petugas datang di lokasi, kondisi gelap," katanya.

Terkait temuan tas dan dompet di TKP,  Sumardjo menyampaikan bahwa polisi melakukan penyelidikan. (ang/don)