Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-25 16:13:20

Dibekuk, Pencuri Kotak Amal Masjid Kecanduan Pil Dextro

TAK BERKUTIK: Arif (kaus biru), tak berkutik saat diamankan petugas usai mencuri kotak amal masjid.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Resmob Polres Jember berhasil menangkap pelaku pencurian dua kotak amal Masjid Al-Istiqomah di Perum Muktisari, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Senin (25/1/2021). Saat ditangkap sekitar 3 jam setelah pelaporan, pelaku mengaku nekat mencuri karena kecanduan pil koplo jenis dextro.

Dikonfirmasi usai penangkapan, KBO Reskrim Polres Jember, Iptu Arif Solehan mengatakan, penangkapan itu bermula dari laporan takmir masjid Al-Istiqomah yang telah kehilangan dua kotak amal pada Senin siang. "Kemudian kami langsung bergerak melakukan penyergapan," ujarnya.

Baca Juga : Kabur saat Hendak Ditangkap, Dua Pencuri 16 Motor Ini Ditembak Polisi

Arif menjelaskan, penangkapan itu berbekal rekaman CCTV dan informasi warga sekitar masjid. Pelaku berhasil dibekuk saat hendak membeli bensin yang berada tak jauh dari masjid. Saat ditangkap, pelaku tengah terpengaruh obat-obatan sehingga tidak dapat melakukan perlawanan dan langsung mengakui perbuatannya.

Baca Juga : Sedang Transaksi Pil Koplo, Pria asal Paiton Diamankan

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa kotak amal yang telah dirusak, linggis yang digunakan untuk mencongkel pintu masjid, baju warna abu-abu, dan pil dextro yang dibeli usai melakukan pencurian kotak amal.

Pasca penangkapan, pelaku langsung digelandang ke Mapolres Jember bersama barang bukti untuk menjalani proses hukum selanjutnya. “Apakah pelaku baru pertama mencuri kotak amal, atau sudah sering," tambahnya.

Diketahui, identitas pelaku bernama Arif ,23, warga Lingkungan Sumbersalak, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Dihadapan polisi, pelaku mengaku nekat mencuri kotak amal demi membeli pil dextro karena sudah kecanduan. Selama ini, ia juga tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga mendorongnya untuk mencuri. Kemudian, uang hasil curian itu digunakanya untuk membeli obat terlarang tersebut. "Saya pakai sendiri obatnya, tidak saya jual," akunya di hadapan petugas. (as/don)