Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-06 18:42:55

Diciduk, Netizen asal Kraksaan yang Jelekkan Polisi dan Nakes

DIAMANKAN: Tersangka Hamdi asal Krakasaan yang menuliskan ujaran kebencian kini ditangkap. Tangkapan layar yang menunjukkan komentar Hamdi atas kasus pengusiran tenaga kesehatan di Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo (kanan).

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Tim gabungan Polres Probolinggo dan Polsek Pakuniran berhasil mengamankan Hamdi, 30, asal Dusun Bungkolan, Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Ia di ringkus karena menulis ujaran kebencian terhadap pihak kepolisian dan petugas medis. Ia mengomentari kasus pengusiran tenaga medis di Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, kabupaten setempat.

Tersangka Hamdi diamankan di rumahnya tepat pada Minggu (4/10/2020) malam sekira pukul 21.15 WIB. Pengamanan Hamdi dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Riski Santoso. Ia menyampaikan bahwa saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolres setempat dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Haul KH. Abdul Hamid Pasuruan Digelar Terbatas

"Iya betul mas, kami amankan. Yang bersangkutan warga Desa Sidopekso, Kraksaan. Kini statusnya sudah tersangka dan kami tahan," ungkapnya pada Tadatodays.com. Selasa (6/10/2020).

Baca Juga : Tersangka Ujaran Kebencian Ditangguhkan Penahanannya, Kasus Masih Berjalan

Diketahui, Hamdi merupakan pemilik akun yang bernama "Handi Themovi Handi". Dimana ia memberikan komentar terhadap status salah seorang netizen yang mengunggah video kericuhan pemulasaran pasien covid-19 asal Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran.

"Polisi sama dokter bunuh saja, seenaknya membuat keputusan. Padahal itu cuma cari uang aja," begitu cuitan komentar yang ditulisnya.

Komentar tersebut dinilai telah mencemarkan nama baik pihak kepolisian dan tenaga medis, sehingga ia pun di amankan. Selain tersangka, polisi juga berhasil mengamankan HP merk Asus type ZOOWD warna hitam yang diduga digunakan pelaku saat menulis komentar. 

"Ia di kenakan pasal 27 UUTE dengan pidana paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak 750 juta," tandas perwira yang karib di sapa Rizki itu. (zr/hvn)