Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-08 17:40:13

Diduga Hendak Konvoi, 10 Pelajar dan Alumnus Diamankan

ANTISIPASI: Sejumlah pelajar, termasuk alumnus SMK, diamankan Polres Probolinggo Kota dalam razia pada Selasa (8/6) sore.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - 10  pelajar SMK dan 9 unit sepeda motor diamankan Satlantas Polres Probolinggo, saat berkumpul di Taman Semeru, Jl. Semeru, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Selasa (8/6/2021).

Informasi yang dihimpun tadatodays.com, 10 pelajar orang itu diketahui berasal dari Kota dan Kabupaten Probolinggo. Jenjang pendidikan mereka bervariasi, mulai Mts, SMK hingga alumni SMK. "Ada yang drop out," kata Waka Polres Probolinggo Kota Kompol Khoiril.

Baca Juga : Lantaran Menjual Mobil Orang, Warga Pakuniran Diamankan

Khoiril mengatakan, sebanyak 10 orang, salah satunya berinisial IL bersama kawanannya berhasil diamankan. Mereka diamankan karena dicurigai akan menggelar aksi yang mengganggu keamanan. Seperti, pelemparan batu oleh konvoi pelajar di SMK A.Yani, Senin (8/6/2021) kemarin.

Baca Juga : Pasca Penyerangan di SMK Ahmad Yani, Polisi Langsung Gelar Razia

Selanjutnya, para pelajar digiring ke Mapolres Probolinggo Kota untuk diperiksa dan diminta keterangannya. Saat diinterogasi, mereka tidak menjawab dengan jelas. Karenanya, satu per satu pelajar dites urin.

Khoiril menjelaskan, hasil dari tes urin tidak bisa disampaikan karena merupakan kerahasiaan.

Selain itu, Khoiril mengatakan bahwa 9 kendaraan yang digunakan pelajar juga diamankan. Mereka bisa mengambilnya dengan menunjukkan kelengkapan surat bermotor. "Sebab ada kendaraan yang kurang benar, termasuk knalpotnya," ujarnya.

Ditanyakan apakah pelajar adakan diberikan sanksi, Khoiril menyebut bahwa nantinya akan diberikan keterangan lanjutan.

Sementara itu, R, salah satu pelajar yang diamankan asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo mengatakan, bahwa ia merupakan alumni SMK. R merasa sakit hati, lantaran sekolahnya dilempari batu.

Meski ia ikut diamankan, tetapi R mengaku tidak mengenali satu persatu pelajar yang diamankan bersamanya. "Saya tidak kenal," katanya.

Diketahui, TNI-Polri telah berkoordinasi di SMK Ahmad Yani, Selasa (8/6/2021). Koordinasi itu dilakukan pasca terjadinya penyerangan pelajar SMKN 4 ke kampus 2 SMK Ahmad Yani. (ang/don)