Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-31 16:31:51

Dijadikan Jalur Alternatif, Warga di Sepanjang Jl Ronggojalu Mengeluh

SEMPIT: Badan Jalan Ronggojalu yang melintasi tiga kecamatan tidak cukup lebar. Meski begitu, jalan tersebut nantinya akan disesaki oleh kendaraan dari arah timur Dringu yang akan menuju Lumajang.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pengalihan arus lalu lintas dengan menetapkan jalur alternatif, pasca ditutupnya Jembatan Kedungasem, Kota Probolinggo, telah diberlakukan sejak Senin (29/3/2021). Setelah diberlakukannya pengalihan arus lalu lintas, warga yang rumahnya berdekatan dengan jalur alternatif mulai mengeluh dengan alasan bisa merusak jalan.

Salah satunya Jalan Ronggojalu yang melewati tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Tegalsiwalan, Kecamatan Leces dan Kecamatan Dringu. Warga setempat menyebut, tak hanya berdampak pada kerusakan jalan, dialihkannya kendaraan bertonase kurang dari 50 ton itu juga berpotensi terjadinya kemacetan. Diketahui, Jalan Ronggojalu akan dilalui kendaraan dari arah timur Dringu menuju Lumajang.

Baca Juga : Keinginan Warga Bangun Jembatan Darurat, Terkendala Proyek Jembatan Kedungasem

Seperti yang diungkapkan Erik Nasrudin, 46, warga Dusun Krajan, Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan. Menurut Erik, Jalan Ronggojalu terlalu sempit jika digunakan sebagai jalur alternatif untuk kendaraan di bawah 5 ton. Apalagi, di jalan tersebut banyak warga yang beraktivitas."Kalau bisa dilewatkan di jalan nasional," katanya, saat ditemui di sela-sela aktivitasnya jual beli tanaman jagung untuk pakan ternak.

Baca Juga : Proyek Jembatan Kedungasem Diperkirakan Memakan Waktu 7 Bulan

Selain jalan sempit, juga terdapat sejumlah peralatan yang akan digunakan untuk proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi di Desa Sumberbulu. Tak ayal, kondisi itupun makin bikin sesak jalan tersebut.

Kariman, 49, warga Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces , mengaku masih belum menerima sosialisasi terkait jalur alternatif yang akan melewati desanya. Tapi menurutnya, jika jalan di lingkungannya akan dilalui truk dengan berat maksimal 5 ton, bisa merusak jalan dan jembatan yang ada di desanya. "Dikhawatirkan ambrol,”

Namun, saat proyek Jembatan Kedungasem selesai dikerajakan dan ternyata ada jalan yang rusak di lingkungannya, ia berharap kepada pemerintah agar diperbaiki.

Keluhan warga yang lingkungannya dilalui jalur alternatif itu direspons Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan. Ferdy mengatakan, sesuai kelas jalan, maka kendaraan yang bisa masuk ke Jalan Ronggojalu hanyalah kendaraan pribadi dan sejenisnya.

Tapi, apabila ada informasi keluhan warga, ia akan mengecek ke lapangan. "Patroli lantas akan kita turunkan," ujarnya. (ang/don)