Tadatodays


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-15 10:21:34

Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo Gelar Rembug Kesehatan, Stunting Jadi Pembahasan

REMBUG: Kepada peserta Rembug Kesehatan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan dan PPKB Kota Probolinggo Eko Sudiwiharti, menyampaikan bahwa kegiatan program Germas merupakan salah satu cara untuk menangani masalah kesehatan utama. Salah satunya stunting.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo menggelar banyak kegiatan dalam program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) tahun 2021. Salah satunya kegiatan Rembug Kesehatan Kota Probolinggo tahun 2021, di Hall Orin Resto, Jalan Panjaitan Kota Probolinggo. Kegiatan tersebut digelar selama dua hari, yakni pada Senin (15/11/2021), dan Rabu (17/11/2021).

Kegiatan  ini mengambil tema “Fasilitasi Pengabdian Masyarakat dalam Pelaksanaan Perilaku Hidup Sehat (PHBS) Melalui Kelompok Potensial”.

Baca Juga : Germas Puskesmas Besuk Fokus pada Kesehatan Lanjut Usia

Rembug Kesehatan di hari pertama ini diikuti oleh seratus peserta dari sejumlah elemen. Seperti, Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas, Taman Posyandu (Tapos), Pendamping Tapos, Kader Posyandu, Pendamping Posyandu, PKK Kecamatan dan Kelurahan, Persagi, Bidan, Bidan Koordinator, Promkes, Kesmas, Sanitarian, Ahli Gizi, dan Paguyuban Pasar Baru.

Baca Juga : Germas Puskesmas Besuk Fokus Kesehatan Lanjut Usia

GIZI: Tunik Agustina, salah satu pemateri dari Persatuan Ahli Gizi Kota Probolinggo. Dalam materinya, Tunik mengatakan bahwa Germas merupakan salah satu langkah untuk menurunkan stunting di Kota Probolinggo.

Kegiatan diawali sambutan oleh ketua panitia kegiatan drg. Luluk Muyassaroh, M.Kes, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Promkes dan PM pada Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo. Dokter Luluk menyampaikan, pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional dalam rangka mengimplemantasikan Nawacita yang kelima. “Yakni, meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang dituangkan dalam Program Indonesia Sehat.” Kata drg. Luluk.

Luluk melanjutkan, Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan melaksanakan tiga pilar. Pertama, penerapan paradigma sehat. Kedua, penguatan pelayanan Kesehatan. “Ketiga, pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional,” ujarnya.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo, Eko Sudiwiharti. Dalam kegiatan tersebut, Eko Sudiwiharti mewakili Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan PPKB Kota Probolinggo, dr. Nurul Hasanah Hidayati.

DOORPRIZE: Tak hanya serius dalam mendengarkan materi dan berdiskusi dalam satu kelompok, peserta juga mendapat doorprize. Hadiah tersebut diberikan kepada peserta yang mengajukan pertanyaan kepada pemateri.

Eko Sudiwiharti menyampaikan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus menggaungkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal itu, lanjutnya, untuk mengantisipasi terjadinya masalah kesehatan terutama. “Seperti stunting, dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ujarnya.

Eko Sudiwiharti melanjutkan, Germas yang diprakarsai oleh Presiden RI Joko Widodo diharapkan dapat mendapat dukungan dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, dan lintas sektor lainnya. “Sehingga didapatkan kebijakan yang dapat mendukung pengimplementasian Germas,” tuturnya.

Kepada peserta Rembug Kesehatan tahun 2021 ini, Eko berharap agar dapat berkomitmen dalam pelaksanaan Germas sehingga permasalahan stunting bisa ditangani. “Terlebih lagi, tahun 2022 Kota Probolinggo menjadi salah satu kota lokus penanganan stunting,” katanya.

Karenanya, untuk mewujudkan hal itu, Eko menilai perlunya sebuah kampanye dan sosialisasi agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh dua orang narasumber. Pemateri pertama disampaikan oleh Tunik Agustina, dari Persatuan Ahli Gizi Kota Probolinggo. Dalam materinya, Tunik mengatakan bahwa Germas merupakan salah satu langkah untuk menurunkan stunting di Kota Probolinggo.

Materi kedua disampaikan oleh drg. Luluk Muyassaroh. Kepada peserta, drg. Luluk menyampaikan pentingnya menjaga Kesehatan diri dan kesehatan lingkungan. Salah satunya menjaga kesehatan lingkungan dari asap rokok. (redaksi)