Lailiyah Rahmawati


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-23 06:53:43

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Bakal Data Kondisi Bangunan Sekolah

TRAUMA: Robohnya SDN Gentong Kota Pasuruan masih meninggalkan trauma bagi masyarakat. Menjelang sekolah masuk pada awal 2021 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menginstruksikan pendataan kondisi bangunan sekolah yang lama tidak terpakai. (Lailiyah Rahmawati/tadatodays.com)

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Menjelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal 2021, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan bersiap. Utamanya mengecek kondisi kondisi bangunan sekolah dan sarana di dalamnya, agar tidak timbul masalah kemudian.

Kepala Dinas P dan K Kota Pasuruan Mualif Arif mengatakan, lamanya masa pembelajaran dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring), dikhawatirkan berdampak pada kondisi bangunan sekolah. Khususnya SD dan SMP negeri yang masuk sebagai tanggungjawab pemerintah daerah.

Baca Juga : PKPU Belum Siap, Penyintas Covid-19 di Rumah Karantina Belum Jelas Hak Suaranya

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti robohnya SDN Gentong, pihaknya akan melakukan pengecekan ulang kondisi bangunan termasuk sarana.

Baca Juga : Komunitas Arek-arek Tambaan Kota Pasuruan, Sulap Tempat Kumuh jadi Taman Bacaan Terpadu

“Ini sudah kami susun teknis-teknis untuk cek ulang kondisi bangunan dan sarpras di sekolah negeri. Ini antisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan saat sekolah tatap muka nanti. Tentunya, kami tidak ingin peristiwa seperti SDN Gentong terulang lagi,” ujar Ayik sapaan akrabnya.

Menurut Ayik, selain kesiapan melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat juga memastikan bangunan kelas yang digunakan masih laik pakai. Kota Pasuruan sendiri memiliki 58 SD negeri dan 11 SMP negeri.

 “Kalau sekiranya kondisi bangunan kelasnya mengkhawatirkan akan disiapkan opsi lain. Misalnya, pakai kelas lain karena nanti sistem pembelajaran juga tidak full dan ada shift,” terang laki-laki mantan kepala dinas perindustrian dan perdagangan itu.

Ayik mengungkapkan kecemasannya jika nanti ditemukan sekolah dengan kondisi rusak parah. Sedangkan anggaran untuk pemeliharaan bangunan banyak dikepras akibat refocusing.

“Yang kami khawatirkan jika sekolahnya kondisi rusak parah yang bukan hanya satu atau dua ruangan saja. Karena di tahun depan anggaran masih mengalami refocusing. Anggaran di dinas kami dikepras hingga Rp 30 miliar,” ujar Ayik.

Jika nanti ditemukan sekolah dengan banyak ruangan dalam kondisi rusak parah, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari anggaran yang bisa digunakan sebagai alokasi perbaikan. “Apakah boleh menggunakan dana darutat misalnya, karena kami dan juga masyarakat tentu trauma dengan robohnya SDN Gentong lalu,” terang Ayik.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Pekuncen Kota Pasuruan Asiyah mengungkapkan, pihaknya menyiapkan persiapan khusus dan melakukan pengecekan ulang kondisi bangunan sekolah dan ruangan lainnya.

“Pasti kami lakukan pengecekan ulang kondisi bangunan baik itu kelas dan ruangan lainnya. Selain itu juga akan kami siapkan sarana-sarana lainnya. Sehingga, saat pembelajaran tatap muka dimulai kembali orangtua, guru, dan siswa tidak khawatir,” ujar Asiyah. (ly/hvn)