Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-07-22 14:55:07

Dinilai Melanggar Sumpah Janji Jabatan, Bupati Jember Diminta Mundur

SESAKI JALAN UTAMA: Ribuan peserta aksi dari AMJ menggelar demonstrasi menuntut Bupati Faida mundur dari jabatannya.

JEMBER, TADATODAYS.COM – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jember (AMJ) menggelar aksi demonstrasi menuntut Bupati Jember Faida mundur, Rabu (22/7/2020). Tuntutan mundur itu diuarakan dengan alasan Faida telah melanggar sumpah janji jabatan.

Aksi demonstrasi yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB itu, digelar di bundaran DPRD Jember. Aksi itu digelar bersamaan dengan agenda sidang paripurna hak menyatakan pendapat (HMP) DPRD Jember.

Baca Juga : Cicil 3 Kali, Plt Bupati Jember Lunasi Kelebihan Insentif Selama 2019

Dengan menggunakan mobil komando, secara bergantian masa aksi berorasi mengecam kepemimpinan Faida yang dinilai karut marut. Tuntutan juga dilayangkan pada polisi dan kejaksaan untuk menangkap Faida atas dugaan korupsi sejumlah proyek pemkab.

Baca Juga : Wabup Muqit Belum Terima Penunjukan Plt Bupati Jember

Kustiono Musri kordinator AMJ mengatakan, terlalu banyak fakta keburukan, kegagalan, pelanggaran, dan segala karut marut pemerintahan Faida. “Catatan LHP BPK APBD 2018 dengan predikat WDP dan 2019 dengan predikat disclaimer, lebih dari cukup untuk mengatakan Faida gagal menjalankan amanat rakyat,” terangnya.

Untuk itu, lanjut dia, massa AMJ mendukung penuh hak konstitusi DPRD Jember untuk menyampaikan hak menyampaikan pendapat, memakzulkan bupati Faida dan mempidanakannya dengan dugaan korupsi.

Sementara itu, KH Baiquni Purnomo selaku tokoh agama yang bergabung bersama massa aksi menyebut, lebih dari 1.500 ulama telah melakukan kajian mendalam dan menyimpulkan bupati tepat jika dilengserkan.

Menurutnya, selama kepemimpinan Faida, APBD Jember selalu bermasalah. Hal itu sebagai akibat ego Faida sebagai bupati. “Kalau seperti ini yang dirugikan rakyat Jember. Semua orang tahu ekonomi di Jember hancur. Bagaimana ekonomi bisa jalan kalau APBD belum bisa dicairkan,” papar pengasuh Sholawatan Al Ghofilin itu.

Hingga pukul 14.10 WIB, ribuan masa aksi yang membawa sejumlah poster pemakzulan Faida belum membubarkan diri. Mereka mengancam tidak akan membubarkan diri, sebelum sidang paripurna HMP selesai digelar.

Di sisi lain, Polres Jember menyiagakan sedikitnya 1.000 personel untuk berjaga di lokasi aksi. Polisi juga menutup 4 ruas jalan utama. Yakni, Jl. Jawa, Jl. Sumatera, Jl. Kalimantan, dan Jl. Bengawan Solo. (as/sp)