Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-01-12 13:23:14

Dinkes Belum Temukan Gejala KIPI pada Vaksinasi Anak

VAKSIN ANAK: Vaksinasi anak telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dengan datang langsung ke sekolah-sekolah. Hingga Rabu (12/1), Dinkes belum menerima laporan dampak pada anak pasca disuntik vaksin Sinovac.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Vaksinasi anak sudah dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi anak dari ancaman Covid-19. Termasuk, vaksinasi anak yang dilakukan oleh Pemkab Probolinggo dan Polres Probolinggo. Hingga saat ini, Rabu (12/1/2022), belum ditemukan adanya laporan terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Mujoko, menyampaikan bahwa pada umumnya KIPI ini terbagi menjadi dua kelompok.

Baca Juga : Jika Terjangkit Omicron, Anak Bisa Terkena Diabetes

Pertama, kelompok ringan. Dimana kelompok ini mudah diatasi, dan bisa hilang dengan sendirinya. Seperti, demam, pusing dan nyeri. Kedua adalah KIPI berat, dimana dampaknya akan berlangsung lama, seperti halnya kecacatan pada bagian tubuh dan alergi. "Di Probolinggo sama sekali belum ada laporan," terangnya, Rabu (12/1).

Baca Juga : Kasus DBD Mulai Meningkat, Dinkes Gencar Melakukan Fogging

Untuk mengantisipasi adanya KIPI, pihaknya menggunakan vaksin Sinovac sesuai anjuran pemerintah. Karena vaksin ini dinilai lebih aman jika disuntikan pada anak. Serta tetap melakukan prosedur seperti, memberikan observasi setelah dilakukan penyuntikan vaksin.

Pada tahap observasi ini, petugas memperhatikan secara seksama tentang keadaan anak usai disuntik vaksin. Dan sampai saat ini belum ada satu anak pun yang dilaporkan mengalami gejala usai divaksin. "Anak lebih kami waspadai, karena lebih rentan," katanya.

Sekadar informasi, Kabupaten Probolinggo menargetkan 102.777 sasaran vaksin anak usia 6-11 tahun. Jumlah itu, ditarget selesai pada Februari 2022. (zr/don)