Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-20 21:53:24

Dinkes Kabupaten Probolinggo Gencarkan Vaksinasi Jemput Bola dari Desa ke Desa

DIPERIKSA: Sebelum mendapatkan vaksin, warga diperiksa terlebih dahulu. Seperti yang terlihat pada proses vaksinasi oleh petugas Puskesmas Tongas.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, menggencarkan pelaksanaan vaksinasi covid-19 dengan metode jemput bola dari desa ke desa. Upaya ini dilakukan guna mempercepat capaian sasaran imunisasi di kalangan lansia dan kelompok rentan.

Gerakan jemput bola ini dilakukan di seluruh puskesmas di Kabupaten Probolinggo. Seperti halnya di Puskesmas Sumberasih, Sabtu (19/6/2021). Petugas vaksinasi mendatangi kantor Desa Lemah Kembar. Dalam pantauan tadatodays.com, sembari menunggu kedatangan warga, tim vaksinator dari Puskesmas Sumberasih menyiapkan alur vaksinasi.

Baca Juga : Ratusan Remaja di Kecamatan Dringu Antusias Menjalani Vaksinasi

Is Aisyah, Koordinator Imunisasi (Korim) Puskesmas Sumberasih mengatakan, upaya jemput bola dari desa ke desa melalui Mobile Vaccine sangat efektif. Masyarakat yang belum divaksin, bisa langsung didatangi. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga : Ratusan Remaja di Kecamatan Dringu Antusias Jalani Vaksinasi

“Dengan vaksinasi keliling ini, kami merasa capaian vaksin bisa cepat mencapai target. Karena dengan datang ke desa, kami lebih mendekat ke masyarakat dan juga terjalin kerjasama dengan lintas sektor terkait,” jelasnya.

AMAN: Lansia di Sumberasih mendapatkan vaksinasi covid-19 untuk membentuk kekebalan tubuh pada virus tersebut. Puskesmas Sumberasih memastikan vaksinasi tidak berbahaya.

Perempuan berkacamata ini menambahkan, bahwa vaksinasi keliling ke desa ini masuk dalam kategori vaksinasi putaran kedua. Jika merujuk pada dosis yang masih tersisa, tinggal 2 desa yang bisa didatangi untuk dilakukan vaksinasi. Yakni Desa Muneng dan Desa Muneng Kidul.

"Harapannya semua masyarakat terutama khususnya masyarakat Sumberasih, mendapatkan vaksinasi secara merata dan efektif untuk usia 18 tahun ke atas. Sehinggga diharapkan membentuk kekebalan secara kelompok atau herd imunity,” kata perempuan yang akrab disapa Is tersebut.

Is menyadari, mulanya proses vaksinasi tidak berjalan lancar. Pasalnya, warga masih percaya hoax tentang vaksinasi covid-19. Namun, berkat kerja keras lintas sektor dalam proses sosialisasi, akhirnya warga secara sukarela divaksin.

SEMANGAT: Tim vaksin dari Puskesmas Sumberasih dan Tongas bersama stakeholder terkait terus berupaya memaksimalkan proses vaksinasi dengan metode jemput bola.

Tak hanya di Puskesmas Sumberasih, strategi jemput bola juga dilakukan Puskesmas Tongas. Bahkan, vaksinasi keliling yang dilakukan Puskesmas Tongas sudah rampung, Selasa (15/6/2021).

Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani mengatakan, ada 10 pos vaksnasi covid-19 yang disiapkan pihaknya. Yakni di 8 kantor desa dan Pasar Tongas yang merupakan pusat keramaian.

“Dalam hal ini kami yang melayani mereka. Kami yang berdiri, kami yang berjalan mendatangi mereka. Bukan mereka yang mendatangi kami. Kami ingin memberikan pelayanan yang baik dan terbaik kepada masyarakat,” kata Kurnia Ramadhani.

Namun, dari total jumlah penduduk di wilayah Puskesmas Tongas yang mencapai 24.558 orang, sasaran vaksinasi baru 3.886 orang. Nia -sapaan akrabnya – mengatakan, terbatasnya sediaan vaksin baik yang produksi shinovac maupun astrazeneca, membuat kuota di setiap kelompok sasaran selalu dibatasi dengan jumlah/volume tertentu.

Seperti pada putaran pertama kemarin. Puskesmas Tongas mendapat vaksin shinovac sebanyak 256 vial dan vaksin astrazeneca 204 vial. Selanjutnya masih menunggu droping vaksin dari dinkes. (*/mel/sp)