Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-03 17:06:13

Dinkes PPKB Gelar Workshop Persiapan Akreditasi Klinik

ANTUSIAS: Puluhan peserta workshop persiapan akreditasi klinik menyimak paparan narasumber dari Komisi Akreditasi FKTP dalam workshop persiapan akreditasi klinik.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Probolinggo menggelar workshop persiapan akreditasi klinik di Paseban Sena Ballroom dan Hotel Probolinggo, Jumat (3/12/2021) hingga Minggu (5/12/2021). Diharapkan, seluruh klinik kesehatan mampu meningatkan akreditasinya.

“Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih pada petugas klinik, tentang penerapan manajemen mutu di klinik, keterampilan dalam mengevaluasi program dan analisis data dalam melakukan pengukuran, evaluasi dan tindak lanjut indikator pada standar peningkatan mutu,” kata Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes PPKB Kota Probolinggo Madihah.

Baca Juga : Masuk Level 1, Tapi Pemkot Probolinggo Belum Lakukan Vaksinasi Anak

Kemudian, klinik bisa meningkatkan pembinaan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen puskesmas. Baik Administrasi Manajemen (Admen), Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).

Baca Juga : Dinkes PPKB Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan dan Obat

PAPARAN: Surveyor Komisi Akreditasi FKTP dr. Agus Ciptosantoso memberikan materi manajemen yang terdiri dari persyaratan klinik, kegiatan pengelolaan klinik, dan identifikasi dokumen akreditasi pada peserta workshop persiapan akreditasi klinik.

Madihah mengatakan, merujuk Permenkes RI Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi, pada tahun 2022 diharapkan semua klinik bisa terakreditasi. Baik itu klinik yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan maupun yang belum. Namun, prioritasnya yaitu klinik yang bekerjasama dengan BPJS diharapkan bisa terakreditasi.

Di sisi lain tujuan digelarnya workshop akreditasi klinik ini, sebagai salah satu upaya meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, meningkatkan perlindungan bagi sumber daya manusia kesehatan masyarakat dan lingkungannya, serta meningkatkan kinerja pelayanan klinik.

“Yang ada di pemahamanan klinik saat ini, biaya akreditasi ini mahal dan prosesnya ribet. Karena itu, kami bersama IDI Kota Probolinggo memfasilitasi pelaksanaan workshop akreditasi klinik. Kami ingin klinik ini kemudian bersemangat untuk memproses akreditasinya,” katanya.

Menurut Madihah, akreditasi klinik merupakan bentuk pengakuan lembaga independen penyelenggara akreditasi yang setelah memenuhi standar akreditasi. Akreditasi juga penting dalam upaya meningkatkan pelayanan dan keselamatan pasien, serta meningkatkan kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) perseorangan dan kesehatan masyarakat.

PEMBEKALAN: Surveyor Komisi Akreditasi FKTP dr. Akhmad Taufiqurrahman memberikan materi tentang UKP yang terdiri dari layanan klinis dan identifikasi dokumen akreditasi pada peserta workshop persiapan akreditasi klinik.

Diharapkan melalui workshop persiapan akreditasi klinik ini, total 25 klinik yang telah terdaftar di Kota Probolinggo bisa mempersiapkan pelaksanaan akreditasi. Tercatat, hadir 78 orang peserta yang mewakili 21 klinik se-Kota Probolinggo.

Dalam workshop tersebut, disampaikan materi mengenai pemahaman instrumen akreditasi klinik, serta penyampaian materi tentang standar dan kriteria elemen penilaian akreditasi. Peserta dibadi dalam dua kelas dengan dua narasumber yang merupakan Surveyor Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Yakni, dr. Agus Ciptosantoso yang memberikan materi manajemen yang terdiri dari persyaratan klinik, kegiatan pengelolaan klinik, dan identifikasi dokumen akreditasi. Serta, dr. Akhmad Taufiqurrahman yang memberikan materi tentang UKP yang terdiri dari layanan klinis dan identifikasi dokumen akreditasi. (*/mel/sp)