Dipicu Dendam Lama, Ibu Labrak Ibu di Pohsangit Leres Probolinggo hingga Baku Hantam

Alvi Warda
Alvi Warda

Monday, 16 Feb 2026 20:12 WIB

Dipicu Dendam Lama, Ibu Labrak Ibu di Pohsangit Leres Probolinggo hingga Baku Hantam

CEKCOK: Sayama (baju merah) dan Niti saat ditemui di rumahnya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sayama (37), seorang ibu rumah tangga di Dusun Asem Kerep, Desa Pohsangit Leres Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo dilabrak sesama ibu, yaitu Ri pada Senin (16/2/2026) siang. Ri melabrak karena tidak terima anaknya dicemooh. Dalam insiden ini Sayama terluka, dan ibunya, Niti Tiryo, terkena sabetan celurit.

Siang itu Sayama dan Niti diserang oleh dua perempuan, yaitu Ri dan Yus. Saat ditemui, tampak wajah, leher hingga dada Sayama terluka. Ia juga mengalami sesak nafas karena sempat ditinju oleh Ri. Sedangkan Niti terluka sabetan pada jari telunjuknya.

Sayama bercerita, awalnya ia sedang membuat tali tampar, usaha milik kakaknya di teras rumahnya. Sekitar pukul 12.30 WIB, Ri dan Yus datang ke rumahnya dan langsung melabrak Sayama. "Saya langsung ditarik baju dan kerudung, ini kancing baju saya lepas," ucapnya.

Wajahnya dicakar lalu dijotos, rambutnya dijambak, dadanya dijotos. Sayama sempat membela diri dengan memegang tangan Yus dan Ri. Namun, karena dia seorang diri ia tidak mampu melawan.

Mendengar ada ribut-ribut di teras rumahnya, Niti menghampiri anaknya itu. Ia kemudian berteriak dan mencoba melerai pertengkaran. Namun, nahas, ia justru terkena sabetan celurit yang dipegang oleh Ri.

"Lalu ada dua orang lagi yang datang. Itu mereka juga nyerang kami. Ibu saya didorong dan terjatuh. Akhirnya adik saya yang laki-laki datang dan melerai. Terus mereka (empat orang yang menyerang Sayama, red) kabur," ujarnya.

Ditanya alasan Ri dan Yus menyerang Sayama, ia menjawab dulu anak mereka saling cekcok. Anak Ri mencemooh anak Sayama, namun melalui telepon. "Jadi dulu anak saya dikatain selingkuh sama salah satu keluarganya Ri. Anak saya gak terima balas cemoohan juga. Terus kata anak saya, saya itu dituduh jadi pelacur. Saya memang janda tapi saya masih punya harga diri dan agama," ucapnya.

Cekcok antara anak ini sudah berlangsung tahun lalu. Namun, dendam lama ternyata masih tersimpan. "Saya dulu bilang ke anak saya, sudah tidak usah diperpanjang. Mereka tetangga kita. Tak kira sama saya, sudah selesai permasalahannya. Soalnya anak saya sudah menikah dan punya anak di Paiton," katanya.

Sayama juga mengatakan tidak terima atas penyerangan tersebut. Ia dan Niti akan melaporkannya pada Polres Probolinggo Kota. "Saya bakal lapor. Saya gak terima ibu saya didorong sampai terkena sabetan celurit. Saya juga gak mau bersabar lagi," katanya.

Petugas kepolisian dari Polres Probolinggo Kota serta Polsek Sumberasih, juga telah mendatangi rumah Sayama untuk meminta keterangan.

Sedangkan Kepala Desa Pohsangit Leres Salam mengatakan telah berupaya agar kedua belah pihak bisa berdamai. "Tadi sudah saya datangi keduanya, dan mencoba mendamaikan. Tapi pihak korban kan tidak terima. Jadi kita bantu untuk melapor ke kepolisian," tuturnya. (alv/why)


Share to