Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-04 23:51:08

Diprotes Ketua Ansor soal Banser Kawal Teno-Hasyim, Aminurrokhman: Harus Konsisten

PENDAFTARAN: Bapaslon Teno-Hasyim selain dikawal parpol pengusung dan massa pendukung, juga dikawal Banser saat mendaftar di kantor KPU.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Bapaslon Raharto Teno Prasetyo-Hasyim Asyari yang dikawal Banser saat mendaftar ke kantor KPU, Jumat, (4/09/2020), disikapi Ketua Ansor Kota Pasuruan Ahmad Ridho’i. Ia mengatakan, bahwa Ansor maupun Banser tidak berpolitik praktis.

“Kami sebagai Banom NU tidak melakukan politik praktis. Itupun tidak ada koordinasi dengan kami (pengurus Ansor, Red),” katanya. Karena itu, pihaknya akan mengklarifikasi terhadap keterlibatan Banser tersebut.

Baca Juga : Debat Publik Perdana, 2 Paslon Wali Kota Pasuruan Sampaikan Visi dan Misi

Tak hanya itu, ia memastikan bila Ansor dan Banser mengikuti arahan para ulama. “Kami tidak ikut politik praktis. Tapi Ansor dan Banser akan patuh pada instruksi ulama,” tambahnya.

Baca Juga : Debat Publik Perdana, 2 Paslon Wali Kota Pasuruan Sampaikan Visi-Misi

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Teno-Hasyim yang memiliki akronim TEGAS Aminurokhman memebanarkan pernyataan Ahmad Ridho’i yang mengatakan bahwa Ansor yang merupakan banom NU tidak berpolitik praktis.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan khittah NU untuk tidak berpolitik praktis. Hanya saja, Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Jatim itu menyayangkan ada parpol yang mengklaim NU sebagai basis politik.

“Tetapi secara personal, warga NU memiliki hak masing-masing dalam memilih dan dipilih dalam sikap politik. Sekarang ini, warga NU sudah memiliki kedewasaan berpolitik dan bersikap. Dalam negara yang sudah merdeka, seluruh warga negara memiliki hak politik masing-masing,” ujarnya kepada tadatodays.com.

Mengutip hasil Muktamar NU di Situbondo, Amin -sapaannya- mengatakan NU tidak kemana-mana tapi NU ada di mana-mana. “Poinnya adalah warga NU yang berada dimanapun atau sayap NU, memiliki kebebasan untuk sikap politiknya. Pernyataan ketua Ansor itu bener, tapi harus konsisten. Karena sepuluh tahun saya menjadi walikota, tidak pernah mengklaim. Orientasinya ya tetap untk jami'iyah,” jelasnya. (ang/sp)