Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-11 13:06:49

Disdikbud Sosialisasi PPKD Kota Probolinggo

BUDAYA: Budi Krisyanto sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan Sosialisasi PPKD Kota Probolinggo, memaparkan tentang pokok pikiran kebudayaan daerah. Melakui kegiatan itu, Disdikbud berharap agar ada solusi untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan kebudayaan di Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, menggelar Sosialisasi Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Probolinggo tahun 2022. Acara ini dilangsungkan pada Kamis (10/03/2022) di Gedung Kesenian, dengan menghadirkan dua narasumber.

Narasumber yang dihadirkan masing-masing adalah Doktor Budi Krisyanto, pensiunan ASN Pemkot Probolinggo yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Dewan Kesenian Kota Probolinggo. Narsum berikutnya adalah Kuswanto dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga : Disdikbud Kota Probolinggo Melakukan Pembinaan pada Kelompok Seni

Dalam forum tersebut, kedua narasumber menjelaskan tentang pokok pikiran kebudayaan daerah, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Namun sayang, dalam sosialisasi ini justru tidak dipaparkan sama sekali dokumen pokok pikiran kebudayaan daerah Kota Probolinggo yang disebutkan sudah disusun. 

Baca Juga : Disdikbud Kota Probolinggo Lakukan Pembinaan pada Kelompok Seni

Lalu dalam sesi diskusi, tiga orang menyampaikan beberapa peninggalan dan tradisi di Kota Probolinggo yang bisa dimasukkan sebagai obyek pemajuan kebudayaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan pada Disdikbud Kota Probolinggo Sardi mengatakan, sosialisasi ini digelar dengan tujuan menjelaskan kondisi riil, lalu menyampaikan apa yang menjadi permasalahan. Dengan begitu, bisa ditemukan solusi untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan kebudayaan.

Selanjutnya, kata Sardi, akan ada hasil revisi dari penyampaian pokok pikiran dari para tokoh masyarakat. Sardi mengatakan, setelah adanya revisi, hasil dari pendataan tersebut akan disampaikan kembali, sehingga masyarakat bisa mengetahui seperti apa kondisi kebudayaan di Kota Probolinggo. “PPKD nanti direvisi dan akan difloorkan untuk perbaikan,” ujar Sardi. (alv/don)