Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-02-15 17:15:59

Diskopum Jember Gelar Pelatihan Inkubasi Start Up dan Usaha Mikro Pengusaha Kopi

TELITI: Peserta pelatihan program inkubasi start up dan usaha mikro menyimak penjelasan narasumber terkait tips meningkatkan kualitas kopi. Program tersebut digagas Diskopum Kabupaten Jember.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dinas Koprasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Kabupaten Jember menggagas program Inkubasi Start Up dan Usaha Mikro. Kegiatannya berupa pelatihan pada pengusaha kopi. Tujuannya, mutu pengusaha kopi meningkat dan munculnya eksportir baru.

Pelatihan digelar di ruang Theobroma Pusat Penelitian (Puslit) Kopi dan Kakao Indonesia, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Selasa (15/2/2022). Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut, diikuti sebanyak 20 peserta yang terdiri dari pengusaha kopi dan Usaha Mikro Kopi binaan TP PKK Kabupaten Jember.

Baca Juga : Tampilkan Tari Lahbako dan Sadeng secara Kolosal dalam Pembukaan Porprov VII

Kegiatan itu dibuka Sekertaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember Mohamad Rofiq Sugiarto. “Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan pada pengusaha kopi dan eksportir kopi agar dapat memunculkan produk yang berkualitas nantinya,” katanya dalam sambutan.

Baca Juga : Dispora Jember Optimistis 15 Venue Porprov Jatim VII Siap Dipakai

Dalam pelatihan tersebut, Peserta diajarkan mengenai proses pengolahan kopi dari hulu hingga hilir. Bahkan peserta juga diberikan wawasan mengenai aspek-aspek tentang produksi kopi. “Peserta diharapkan memahami proses produksi kopi mulai dari pengecekan mutu kopi, hingga proses sangrai (roasting, Red),” katanya.

Selain itu, peserta juga diarahkan untuk mengerti dan mampu untuk melakukan seleksi (quality control) untuk mendapatkan kopi berkualitas unggul. Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diajarkan untuk melakukan pengemasan atau packaging agar hasil dari proses pengolahan kopi, juga dapat dimaksimalkan melalui pengemasan yang baik.

“Dengan packaging yang baik, tentu dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan,” terangnya. Rofiq juga menyampaikan harapannya pada peserta yang telah mengikuti pelatihan, dapat menjalankan usaha dengan meningkatkan kualitas mutu dan juga dapat memenuhi kualifikasi sebagai eksportir. (*/bp/sp)