Tadatodays


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-16 11:29:25

Diskusi Kelompok Berlangsung Seru, Usulan Peserta Dinilai Positif

MEJA BUNDAR: Peserta Rembug Kesehatan dibagi menjadi empat kelompok. Melalui kelompoknya, peserta menyampaikan usulannya mengenai upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui Germas.

PROBOLINGGO,TADATODAYS.COM - Kegiatan Rembug Kesehatan tahun 2021 gelaran Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo, berlanjut dengan diskusi kelompok pada Senin (15/11) siang, di Hall Orin Resto, Jalan Panjaitan Kota Probolinggo.

Diskusi ini terbagi dalam empat kelompok. Satu kelompok berisi 15 sampai 25 peserta. Setiap kelompok penawaran penawaran upaya memaksimalkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Baca Juga : Germas Puskesmas Besuk Fokus pada Kesehatan Lanjut Usia

Sebelum diskusi dimulai, panitia memanggil setiap peserta untuk bergabung dengan kelompok yang ditentukan. Kemudian, setiap peserta berembug dengan peserta lainnya dalam satu kelompok di atas meja bundar.

Baca Juga : Germas Puskesmas Besuk Fokus Kesehatan Lanjut Usia

Keseruan antar peserta dalam satu kelompok pun terjadi. Bahkan, untuk memilih siapa yang menjadi ketua dan sekretaris di setiap kelompok, riuhnya tak kalah dengan pemilihan ketua di sebuah organisasi besar.

Terlihat, untuk kelompok pertama diketuai oleh kelompok 1 diketua oleh Zainul, selaku Lurah Pakistaji. Kelompok 1 berisi peserta dari kecamatan dan kelurahan.

AKTIF: Peserta Rembug Kesehatan berperan aktif selama kegiatan berlangsung. Baik saat sesi tanya jawab dengan pemateri, maupun saat diskusi kelompok.

Kelompok 2 diketuai Ketua Suharsih, selaku kader Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kecamatan Kanigaran. Kelompok 2 beranggotakan peserta dari pendamping posyandu, kader Kesmas, dan pendamping Tapos.

Lalu, kelompok 3 dipimpin Jita Olisa, dari PKK Kelurahan Kebonsari Kulon. Kelompok 3 berisi peserta dari kader PKK tingkat kecamatan dan kelurahan.

Dan, kelompok 4 diketuai oleh Agus Irianto dari Paguyuban Pasar Baru. Kelompok ini terdiri dari perwakilan puskesmas, Paguyuban Pasar Baru, dan kader Kesmas.

Diskusi kelompok berlangsung selama 30 menit. berikut proposal dari keempat kelompok;

Nah, proposal dari keempat kelompok itu kemudian direspons oleh drg. Luluk Muyassaroh. Drg Luluk menilai semua proposal baik. Tapi karena di setiap usulan tidak dicantumkan anggaran, drg. Luluk pun bertanya kepada setiap kelompok agar proposal tersebut dapat disinkronkan dengan program dan kegiatan yang ada di Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo. “Banyak mengusulkan untuk menyegarkan kader, ya,” tanya Luluk kepada peserta.

BUGAR: Senam di tengah kegiatan agar para peserta bersemangat selama mengikuti Rembug Kesehatan gelaran Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo.

Luluk juga memberikan informasi kepada setiap kelompok terkait program proposal, yang juga masuk dalam kegiatan kelurahan dengan menggunakan Dana Kelurahan. “Nanti bisa kita diskusikan dengan kelurahan,” ujarnya.

Sementara menurut Tunik Agustina, dari Persatuan Ahli Gizi Kota Probolinggo, untuk usulan kegiatan sosialisasi kesehatan tidak harus dilakukan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo. “Bisa juga dilakukan oleh peserta yang hadir saat ini,” katannya.

Tanggapan dari Tunik tersebut menjadi penutup dalam kegiatan Rembug Kesehatan Kota Probolinggo, di hari pertama. Kegiatan hari kedua akan digelar pada Rabu (17/11) pagi. Lokasinya juga dilaksanakan di Hall Orin Resto, Jalan Panjaitan Kota Probolinggo. (redaksi)