Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-18 13:00:39

Ditangkap, Terduga Pembunuh Janda Mengaku sebagai Dukun Pengganda Uang

TERKUAK: Keluarga almarhumah JH saat berada di kamar jenazah RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Kini, pihak keluarga lega setelah polisi berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan JH.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pelaku pembunuhan terhadap janda dua anak berinisial, JH, 49, warga Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, berhasil ditangkap Polres Probolinggo. Informasi yang berhasil dihimpun, pelaku berinisial MA, warga Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan.

Pelaku ditangkap di kontrakannya yang berada di Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (17/4/2021) sekira pukul 18.00 WIB. Di Desa Jabungsisir, pelaku tinggal bersama istrinya yang berjualan nasi.

Baca Juga : Bulan Ramadan, Ada 186 Janda dan Duda Baru di Kabupaten Probolinggo

Penangkapan pelaku pembunuhan terhadap JH ini disampaikan oleh Sekretaris Desa Asembagus Rofi'i, Minggu (18/4). Rofi'i mengaku kalau ia diminta datang ke Polres Probolinggo pada Sabtu (17/4) kemarin sekira pukul 21.00 WIB.

Baca Juga : Biduan Dangdut Berstatus Janda Cabuli Pelajar Laki-laki

Rofi'i menyebutkan, pelaku berinisial MA itu tidak ada hubungan keluarga dengan korban. Hanya saja, pelaku memang mengaku sebagai dukun dan bisa menggandakan uang.

Dari pengamatan Rofi'i, pelaku juga sering nongkrong di warung depan rumahnya, bahkan pernah ia tegur karena kalau nongkrong di warung dinilai tidak wajar. "Mulai buka, baru pulang kalau sudah tutup," katanya.

Tertangkapnya pelaku pembunuhan terhadap JH juga dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rizki Santoso. Rizki mengungkapkan, kalau pelaku ditangkap kurang dari dua kali 24 jam dari pemeriksaan autopsi terhadap jenazah korban. "Iya mas, sudah kami amankan," ujar Rizki, melalui pesan singkat whatsapp.

Seperti yang diberitakan tadatodays.com sebelumnya, JH, 49, warga Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ditemukan meninggal di dalam kamarnya dengan beberapa luka di tubuhnya. Tak hanya meninggal, uang pelaku sebesar Rp 100 juta juga hilang saat itu juga. (zr/don)