Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-02-28 19:41:34

Ditinggal Ortunya ke Jember, Balita di Banyuwangi Ditemukan Meninggal di Sungai

TKP: Anggota Polsek Kalipuro mengecek kondisi TKP penemuan jasad Arsya. Korban ditemukan di aliran Sungai Sukowidi, Kelurahan Klatak, atau berjarak sekitar 500 meter dari rumah neneknya.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Warga lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, dikejutkan dengan penemuan balita yang mengapung di Sungai Sukowidi, Minggu (27/2/2022). Saat ditemukan, balita tersebut sudah dalam kondisi meninggal.

Balita tersebut yakni Arsya Syafira, 3,5. Ia merupakan anak dari Fahrur Afiliawan, 32, dan Putri Cempaka, 32, warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga : Bocah 3 Tahun Asal Balung Lor Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi

Namun saat itu, Arsya dititipkan di rumah neneknya, Nurcahyo Sri Hartati, 64, di Perumahan Alam Elok di Jalan Tangkuban Perahu, Kelurahan Singotrunan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi. Arsya dititipkan sejak Sabtu (26/2/2022) sekira pukul 15.00 WIB.

Baca Juga : Tersambar Petir di Lumbang, 1 Meninggal, 2 Pingsan

Kapolsek Kalipuro, AKP Hadi Mulyo membenarkan kejadian tersebut. Setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya segera meluncur ke TKP.

Hadi menjelaskan, korban ditemukan di oleh Ririn, 35, dan Heny, 35, warga setempat, yang saat itu hendak ke sungai sekira pukul 10.00 WIB. Saat ditemukan, tubuh balita dalam posisi tengkurap dan tersangkut di batu.

Hadi menerangkan, berdasarkan keterangan dari nenek korban, sekira pukul 08.00 WIB korban masih disuapi oleh neneknya. "Setelah disuapi, korban lepas dari pantauan neneknya,” katanya.

Karena tidak mengetahui perginya cucunya itu, sang nenek langsung mencarinya dan menanyakan ke tetangga. Namun sayang, nenek tak mendapat kabar keberadaan Arsya.

Sekitar pukul 10.00 WIB, nenek korban mendapat informasi bahwa Arsya ditemukan meninggal dalam posisi mengambang di aliran Sungai Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Diketahui, jarak antara rumah nenek korban dengan lokasi penemuan sekitar 500 meter.

Hadi menjelaskan, pasca penemuan jasad korban, nenek Siti kemudian mengabarkan kepada orang tua korban yang saat itu berkunjung ke rumah kerabatnya di Jember. “Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Blambangan untuk diperiksa,” ujarnya. (rl/don)