Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-08 16:46:54

DKUPP Kota Probolinggo Bubarkan 36 Koperasi Tak Aktif

PENGAWASAN: DKUPP rutin melakukan pengawasan pada koperasi di Kota Probolinggo untuk memastikan anggotanya aktif dan tidak memiliki problem dalam keuangannya.

PROBOLINGGO,TADATODAYS.COM - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo membubarkan 36 koperasi yang tidak lagi aktif di Kota Probolinggo. Dari 255 koperasi yang berbadan hukum, kini tinggal 219 koperasi saja yang aktif dalam kegiatan perkoperasian.

Pembubaran 36 koperasi ini disampaikan langsung Kepala DKUPP Kota Probolinggo Fitriawati Jufri, Selasa (8/6/2021). Fitriawati mengatakan, pihaknya mengusulkan pembubaran 36 koperasi pada Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI. Penyampaian pembubaran koperasi ini tertuang dalam berita negara Nomor 25 Tahun 2021.

Baca Juga : Jamin Pengiriman Ekspor, DKUPP Tera Ulang Jembatan Timbangan di 4 Perusahaan

Baca Juga : Penyerahan Banpol di Kota Probolinggo Diwarnai Absennya 6 Ketua Parpol

“Dari 255 total jumlah koperasi yang berbadan hukum di Kota Probolinggo, 36 koperasi di antaranya resmi dibubarkan. Dari 255 koperasi tersebut, hanya sekitar 219 koperasi yang telah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Sedangkan sisanya hingga kini belum melakukan RAT. Ada koperasi yang hanya papan nama, namun tidak melakukan aktivitas sebagaimana mestinya,” terangnya.

Ia mengatakan, koperasi di Kota Probolinggo didominasi jenis koperasi pegawai dan karyawan. Ada juga koperasi simpan pinjam. Kebanyakan koperasi yang tidak aktif,  rata-rata karena masalah di internal kepengurusan.

Banyak temuan kasus dimana terjadi penyalahgunaan keuangan koperasi, sehingga melahirkan masalah di antaranya anggotanya. Fitriawati mengatakan, saat ini pemkot berupaya melakukan langkah-langkah preventif agar koperasi yang aktif tak mengalami masalah dalam hal pengelolaan keuangan.

Fitri -sapaan akrabnya - berharap, koperasi di Kota Probolinggo tidak hanya berpatokan pada jumlah anggota, tetapi juga sehat dan mandiri. “Dengan terbitnya berita negara pembubaran 36 koperasi ini, bisa diketahui oleh masyarakat. Agar masyarakat lebih berhati-hati memilih koperasi yang sehat secara keuangan dan anggota,” tutupnya. (*/mel/sp)