Andika Apriyanto


Wartawan Tadatodays.com | 2021-09-06 20:45:02

DLH Banyuwangi Buka Kedai Kopi, Bayarnya dengan Sampah

LINGKUNGAN: Seorang pengunjung membayar sampah yang dibungkus plastik untuk bisa menikmati kopi buatan barista Novian Darma Putra, di sebuah kedai di halaman Bank Sampah DLH Banyuwangi.

BANYUWANGI, TADATOADAYS.COM - Bank sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi punya cara unik untuk mengurangi jumlah sampah di wilayahnya. Terbaru, bank sampah menjual minuman kopi kepada masyarakat dengan cara membayar menggunakan sampah.

Ya, kopi dibayar sampah itu tersedia di sebuah kedai di halaman kantor Bank Sampah Banyuwangi, Jl. Gg An Nur, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi. Yang istimewa, pembuat kopinya bukan sekadar penjual kopi biasa.

Baca Juga : Hamparan Sampah Penuhi Kawasam Pesisir di Jalan Lingkar Utara Probolinggo

Adalah Novian Darma Putra, seorang barista kopi asli Banyuwangi yang siap menyajikan kopi bagi pembeli. Selain barista, ia juga pegiat lingkungan yang fokus pada sampah. Setiap harinya, dimulai pada jam 07.30 WIB sampai jam 15.00 WIB.

Dengan dibukanya kedai tersebut, maka pengunjung yang ingin merasakan kopi khas Banyuwangi, namun tidak punya uang, maka bisa membawa sampah non-organik.

Novian Darma Putra mengatakan, dirinya memang sering memberikan pelayanan pembayaran kopi dengan sampah. Hal tersebut ia lakukan sejak tahun 2019 lalu. Alasannya, agar masyarakat menilai bahwa sampah bukan hanya menjadi kotoran namun juga bisa bermanfaat dan memberikan nilai, "Ini saya lakukan agar memberikan edukasi kepada masyarakat Banyuwangi," ujarnya.

Ia menambahkahkan, saat ini dirinya bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi melalui bank sampah.

Sementara, Agus Supriyadi selaku kordinator bank sampah Banyuwangi mengatakan, kegiatan ini merupakan program dari bank sampah. “Untuk menarik minat masyarakat agar mau menabung sampah," kata Agus.

Ke depan, Agus akan menyediakan banyak jenis makanan maupun minuman lainnya yang bisa ditawarkan di kedainya. Syaratnya, pembeli tetap harus membayar menggunakan sampah, "Kita akan menggandeng beberapa UMKM," ujarnya. (dik/don)