Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2022-02-21 21:18:51

DLH Naikkan Target PAD Menjadi Rp 1 Miliar

PENDAPATAN: TWSL masih menjadi andalan DLH Kota Probolinggo untuk mendongkrak PAD. Tahun 2022 ini, DLH menaikkan target PAD menjadi Rp 1 miliar.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2022 pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, naik menjadi Rp 1 miliar. Padahal, PAD DLH tahun 2021 tercapai 90,7 persen atau sekitar Rp 570 juta.

Hal itu terungkap saat Komisi III DPRD setempat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan DLH, Senin (21/2/2022) sekira pukul 10.00 WIB. Agendanya, untuk mengevaluasi PAD.

Baca Juga : Kontribusi PAD Belum Dibayar, Larang Peledakan Tambang Gunung Sadeng

Kepala DLH, Rachma Deta Antariksa mengatakan bahwa realisasi PAD DLH di 2021 sekitar Rp 570 juta atau tercapai 90,7 persen. Namun, PAD itu tak mencapai target atau kurang 9,3 persen.

Baca Juga : Setelah Cabut HPL 10 Perusahaan, Kini Pemkab Jember Kaji Calon Penambang Baru

Tak terealisasinya terget sampai 100 persen itu, kata Deta, dikarenakan pandemi Covid-19 masih melanda Kota Probolinggo. Sementara PAD terbesar yang didapat DLH berasal dari retribusi Taman Wisata Study Lingkungan (TWSL).

Nah, selama pandemi tahun lalu, TWSL terdampak kebijakan PPKM Covid-19. DLH pun terpaksa menerapkan buka tutup TWSL, dan disesuaikan dengan level PPKM.

Meski begitu, TWSL masih menjadi penyumbang terbesar DLH di tengah pandemi. Karena itu untuk target PAD 2022 DLH menaikkan menjadi Rp 1 miliar, atau naik antara Rp 400-500 juta. "Tapi dengan pertimbangan pandemi Covid-19 melandai," katanya.

Deta mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk menambah retribusi PAD dari sektor lain. Seperti retribusi sampah, retribusi kompos, retribusi pemakaman umum, dan retribusi laboratorium. "Yang jelas kita masih optimis," ujarnya.

Deta memastikan, naiknya target PAD itu tidak diikuti dengan naiknya retribusi di setiap sektor. Pasalnya, besaran retribusi sudah diatur dalam Peraturan Walikota. "Seperti di TWSL, pengunjung dewasa (tetap) membayar Rp 8 ribu," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III Agus Riyanto mengatakan, RDP ini untuk mengevaluasi realisasi PAD 2021. Khususnya DLH, yang mencapai 90,7 persen. "Tak terealisasi 10 persen sekian itu, berasal dari TWSL dan pemakaman umum," kata Agus.

Di sisi lain, ia menilai langkah DLH yang menaikkan PAD menjadi Rp 1 miliar dinilai bagus. Namun, hal itu harus terealisasi antara 95-100 persen. "Kendalanya TWSL karena pandemi," ujarnya. (ang/don)