Dongkrak PAD melalui “Gempita”, Pemkot Probolinggo Ajak ASN dan Masyarakat Taat Bayar Pajak

Amelia Subandi
Wednesday, 20 May 2026 22:11 WIB

KOMITMEN: Wali Kota Probolinggo melakukan pembayaran PBB P2 melalui Qris, sebagai simbol komitmen dan panutan kepada masyarakat.
Wali Kota: Membangun Bersama Kota Probolinggo Tercinta
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kota Probolinggo melalui Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), berkolaborasi lintas sektor perangkat daerah, menggelar kegiatan “Gempita”. Ini sebuah tagline yang mempunyai makna dalam, yaitu bergerak bersama Gerakan Membayar Pajak dan Retribusi ASN & Masyarakat Taat.
Acara ini digelar semarak di halaman belakang kantor Pemkot Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo, Rabu (20/5/2026) pagi.
.png)
Gerakan Membayar Pajak dan Retribusi ASN & Masyarakat Taat merupakan kampanye teladan, di mana Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan menjadi contoh utama bagi masyarakat. Khususnya dalam mematuhi kewajiban perpajakan, seperti membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Tidak hanya berfokus dalam hal pelayanan pembayaran perpajakan, kegiatan Gempita pagi itu juga diramaikan dengan pelaksanaan bazaar UMKM.
Sementara, di sisi lain, gebyar pekan panutan pajak digelar di ruang Manggala Bakti. Acara ini dihadiri langsung Wali Kota dr Aminuddin didampingi oleh Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua TP PKK dr Evariani, Ketua DPRD Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani. Lalu juga turut hadir senior executive vice president mikro, ritel, konsumer Bank Jatim, kepala perwakilan BI Kanwil Malang, kepala OJK Malang, Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta camat dan lurah.
.png)
CSR: Penyerahan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim kepada Pemkot Probolinggo berupa galeri UMKM di rest area Triwung Lor depan terminal sebagai bentuk sinergi pembangunan daerah.
Kepala BPPKAD Kota Probolinggo Pujo Agung Satrio dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Gempita menjadi momentum penguatan kolaborasi dan sinergi lintas sektor. Khususnya dalam meningkatkan optimalisasi pendapatan daerah, serta mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan kepatuhan pajak, transparansi pengelolaan pendapatan daerah, partisipasi dunia usaha melalui CSR, serta edukasi kepada masyarakat mengenai perpajakn dan keuangan inklusif.

Pujo menambahkan bahwa penerimaan PBB pada Januari sampai dengan April 2026 terealisasi sebesar Rp 2,58 miliar atau naik Rp 1,1 miliar (54,8 persen) dibanding dengan tahun 2025 pada periode yang sama sebesar Rp 1,4 miliar.
“Melalui kegiatan Gempita ini, BPPKAD Bangkit dengan dukungan berbagai sektor, berupaya meningkatkan pendapatan daerah. Salah satunya melalui peran serta ASN sebagai contoh teladan dalam pembayaran pajak tepat waktu,” ungkap Pujo Agung Satrio.
Sementara itu, Wali Kota dr Aminuddin menyampaikan bahwa agar pembangunan di Kota Probolinggo bertumbuh, maka dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Saat ini APBD Kota Probolinggo hanya 1 triliun. Untuk itu sebagai kepala daerah, untuk mendongkrak pertumbuhan di Kota Probolinggo, pihaknya merencakan berbagai kegiatan. Hal ini guna menutupi pendanaan proses pembangunan.
Wali Kota menuturkan bahwa semenjak dilantik sebagai kepala daerah, dirinya berkomitmen dalam dalam hal peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Lewat peningkatan berbagai kegiatan, PAD dari tahun 2025 mengalami peningkatan sebesar Rp 242 miliar. Hal ini terwujud berkat bantuan dan keterlibatan semua unsur.
.png)
SIMBOLIS: Penyerahan Kartu Amanah simbolis oleh wali kota kepada masyarakat.
“Supaya sehat Kota Probolinggo butuh Rp 3 triliun. Sementara, sekarang APBD kita hanya Rp 1 triliun. Untuk itu, sebagai kepala daerah, kami merencanakan berbagai kegiatan untuk menutupi pendanaan proses pembangunan. Kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan kepada proses pembangunan (Kota Probolinggo, red), kami mengucapkan terimakasih,” terang Wali Kota Aminuddin.
Dalam kegiatan ini juga menjadi momentum penyerahan salah satu CSR dari Bank Jatim berupa penyerahan gerai UMKM yang ada di depan terminal kepada Pemkot Probolinggo melalui DKUP. Ini merupakan bentuk sinergi pembangunan daerah.
Sekaligus di moment yang sama dilakukan penyerahan kartu kredit pemerintah daerah dari Bank Jatim kepada Pemkot Probolinggo, untuk selanjutnya diberikan kepada 22 kepala perangkat daerah. Hal ini sebagai bentuk komitmen pelaksanaan ETPD dan merupakan alat pembayaran non tunai milik pemerintah daerah yang digunakan untuk mendukung belanja secara lebih cepat, transparan dan efisiensi.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk komitmen Pemkot Probolinggo dalam hal digitalisasi, berkolaborasi dengan Bank Indonesia serta Bank Jatim dalam mendukung program penanggulangan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, secara simbolis Wali Kota memberikan kartu Amanah. Kartu amanah direncanakan akan disalurkan kepada 2.344 keluarga penerima manfaat. (*/mel/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)